Logo Header Antaranews Kupang

Pemkab Mabar mengapresiasi RS Siloam operasi katarak bagi warga pulau

Jumat, 14 November 2025 22:38 WIB
Image Print
Suasana pembukaan bakti sosial operasi katarak gratis di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Gecio Viana

Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melalui Dinas Kesehatan setempat mengapresiasi kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi 100 warga kepulauan guna menekan angka kebutaan di daerah yang digelar RS Siloam Labuan Bajo.

"Saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bersinergi sehingga kegiatan mulia ini dapat terwujud," kata Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Adrianus Ojo di Labuan Bajo, Jumat.

Ia menambahkan penyakit katarak hingga saat ini masih menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Manggarai Barat.

Gangguan mata tersebut, lanjut dia, tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup penderitanya secara individu, tetapi juga menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Banyak warga yang tadinya produktif, menjadi tertahan karena penglihatan mereka yang semakin buram.

"Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang kita laksanakan pada hari ini memiliki makna yang sangat mendalam," ujarnya

Ia menilai kegiatan yang melibatkan banyak unsur tersebut merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial dan komitmen banyak pihak untuk mengentaskan masalah kesehatan, khususnya gangguan penglihatan di Manggarai Barat.

Sementara itu, Direktur RS Siloam Labuan Bajo dr Theresia Nina Noviriana mengatakan kegiatan yang mendekatkan pelayanan bagi warga pulau dan warga Labuan Bajo itu berkolaborasi dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Yayasan Setia Bakti, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan Perdami NTT.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai instansi seperti Kodim 1612 Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, Brimob Mabar, Polres Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Padar Heritage Conservation, Artha Graha Peduli, Komodo Wildlife Ecotourism, Nusa Digital Creative, serta Gahawisri, yang membantu transportasi ke kepulauan, akomodasi, logistik, dan pengamanan kegiatan.

"Kenapa target warga kepulauan karena banyak aksesibilitas warga yang sulit untuk akses kesehatan," katanya.

Sebelum kegiatan, lanjut dia, panitia pelaksana kegiatan telah melakukan skrining kesehatan dengan mengunjungi warga di berbagai pulau di Manggarai Barat.

Ia menilai masih terdapat warga yang salah paham terkait penyakit katarak, sehingga melalui kegiatan tersebut warga diedukasi untuk menjalani operasi katarak.

"Kami tahu di sana itu sebenarnya banyak orang yang tidak bisa melihat terutama lansia, seperti tadi yang disampaikan oleh salah satu pasien, jadi mereka kadang-kadang masih mikir kalau katarak mata tuh diganti semua matanya, padahal yang digantikan lensanya, lensa mata yang diganti," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026