Logo Header Antaranews Kupang

Disdik: Penerapan Kurikulum Hijau di NTT masih sebatas Kokurikuler

Senin, 1 Desember 2025 20:51 WIB
Image Print
Kadis Pendidikan NTT Ambrosius Kodo saat ditemui di Kupang. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan Kurikulum Hijau yang digencarkan Presiden Prabowo Subianto sudah diterapkan di provinsi itu, namun masih sebatas pada kokurikuler.

Kepala Disdik NTT Ambrosius Kodo kepada ANTARA di Kupang, Senin, mengatakan pada dasarnya sekolah-sekolah di NTT sudah membentuk relawan perubahan iklim di sekolah yang melibatkan guru dan siswa.

“Jadi memang masih sebatas pada kokurikuler di sekolah-sekolah,” katanya..

Dia mengatakan guru-guru dan siswa di sekolah mulai dengan pengelolaan sampah melalui penempatan tempat sampah sesuai jenis sampah organik, non-organik, dan bahan berbahaya.

Hal ini, lanjut dia, sebagai bagian dari mengajarkan kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam akibat tidak menjaga lingkungan.

Di sisi lain dia mengatakan sesuai Permendikbud nomor 33/201tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), melalui dukungan BPBD NTT telah dilakukan sosialisasi sekolah aman bencana ke sekolah-sekolah.

Sosialisasi itu, kata dia, berupa antisipasi perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo,” kata Ambrosius Kodo.

Namun, kata dia, jika memang dimasukkan di dalam intrakulrikuler maka harus dibahas secara khusus.

Tetapi lanjut mantan Kepala BPBD NTT itu, pada dasarnya Pemprov NTT menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo tersebut, jika dimasukkan ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah.

"Hal ini positif karena memberikan pelajaran kepada anak-anak kita untuk bersama-sama menjaga lingkungan," ucap dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026