Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) bersinergi dalam mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai karakter serta budaya kepada generasi muda melalui festival permainan tradisional.
“Permainan tradisional menjadi salah satu cara membesarkan anak-anak kita dengan nilai budaya di tengah arus perkembangan digital saat ini,” kata Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt di Kupang, Jumat.
Ia menyebut permainan tradisional mampu memperkuat karakter sekaligus membentengi diri anak dan budaya lokal dari berbagai pengaruh negatif di era digital.
Menurut dia, permainan anak dan remaja di era digital cenderung bersifat individualistis dan kurang interaksi sosial. Karena itu, dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan kegembiraan pada anak-anak.
“Ke depan kegiatan ini perlu rutin digiatkan. Kami upayakan untuk dihadirkan dalam festival-festival budaya tingkat kelurahan,” katanya.
Ia menambahkan selain menciptakan ruang interaksi antarwarga dan melestarikan permainan rakyat secara berkelanjutan, kegiatan ini penting karena turut membuka ruang bagi UMKM lokal untuk terlibat.

Sementara itu, Ketua KPOTI Kota Kupang Goris Takene menyebut festival tersebut digelar pada 5-6 Desember 2025, yang diikuti ratusan pelajar dari 64 sekolah dasar dan menengah/sederajat di Kota Kupang.
“Festival ini menjadi gerakan budaya dan panggilan hati untuk menjaga warisan tradisi yang semakin hari kian terkikis oleh arus perubahan zaman,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya dan memberi ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, membangun keterampilan sosial, bekerja sama secara sehat, dan menghargai tradisi turun-temurun.
Menurut dia, langkah ini sejalan dengan visi Kota Kupang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter serta mewujudkan kota berbasis lingkungan dan budaya.
Goris berharap seluruh pihak dapat menanamkan kembali nilai persatuan, kegembiraan, dan kekuatan budaya kepada anak dan remaja di Kota Kupang melalui permainan tradisional di lingkungan masing-masing.

