Logo Header Antaranews Kupang

Wali Kota Kupang mendorong kader HMI semakin adaptif di era digital

Rabu, 21 Januari 2026 05:53 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo berpose bersama para peserta dalam kegiatan latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang Periode 2025–2026.  ANTARA/HO-Pemkot Kupang

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar semakin adaptif sesuai perkembangan era digital dan kecerdasan buatan dalam menumbuhkan semangat kepemimpinan serta mendukung pembangunan daerah.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di Kupang, Selasa, mengatakan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, khususnya bagi calon pemimpin di era digital dan kecerdasan buatan.

“Artificial Intelligence adalah alat bantu, bukan pemimpin. Manusia harus tetap berada di depan dengan kompas moral dan etika yang kuat,” katanya dalam kegiatan kaderisasi HMI Cabang Kupang yang mengusung tema “Rekonstruksi Intelektual HMI di Era Artificial Intelligence: Etika, Inovasi, dan Arah Baru Peradaban.”

Ia menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar pelatihan formal, melainkan proses pembentukan karakter dan penempaan calon pemimpin masa depan. Menurutnya, kepemimpinan lahir dari proses panjang yang kerap melalui jalan terjal dan tidak selalu populer.

“Pemimpin harus berani, meskipun tidak populer. Dalam banyak kebijakan, keberanian itu diuji. Namun justru di jalan yang sunyi itulah kebenaran sering ditemukan,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia mencontohkan sejumlah kebijakan Pemkot Kupang yang sempat menuai penolakan publik, seperti pembatasan jam musik hingga dini hari serta kebijakan penggunaan helm full face. Meski menuai kritik pada awalnya, kebijakan tersebut dinilai berdampak positif dalam membentuk ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi HMI dalam pembangunan bangsa, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Kota Kupang. Ia menyebut kader HMI telah banyak menyumbangkan gagasan dan pemikiran strategis bagi kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kupang Muhammad Farid Ridha menegaskan pentingnya rekonstruksi intelektual kader HMI dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan dan revolusi digital. Ia menyebut kaderisasi HMI harus menjadi ruang penguatan nalar kritis, nilai, dan idealisme.

Menurut Farid, kader HMI tidak cukup hanya aktif di ruang digital, tetapi juga harus hadir sebagai aktor perubahan nyata, kompas moral di era digital, serta penjaga nurani dalam pembangunan peradaban Islam dan Indonesia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026