Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang menggandeng Imigrasi perkuat pencegahan TPPO

Sabtu, 24 Januari 2026 19:52 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo (tengah) dalam pertemuan bersama jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.  ANTARA/HO-Pemkot Kupang.

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang memperkuat pelayanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang serta meningkatkan sinergi dalam pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Sabtu, mengatakan selain pelayanan publik, isu pencegahan TPPO dan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural menjadi perhatian serius.

“Satgas pencegahan TPPO harus kuat, bukan hanya ada di atas kertas. Harus diberi kewenangan dan dukungan anggaran agar bisa bekerja efektif, termasuk di bandara dan pelabuhan,” tegasnya.

Ia menyambut baik peluang kehadiran layanan keimigrasian di MPP Kota Kupang, guna memudahkan masyarakat dalam pengurusan paspor dan layanan keimigrasian lainnya. Kehadiran Imigrasi di MPP diharapkan dapat memangkas jarak, waktu, dan biaya layanan bagi masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan edukasi hingga tingkat kelurahan melalui kolaborasi dengan Imigrasi, termasuk pemanfaatan Petugas Imigrasi Pembina Desa/Kelurahan untuk melakukan sosialisasi bahaya TPPO dan migrasi non-prosedural secara langsung kepada masyarakat.

Menurut dia, meskipun banyak kasus TPPO terjadi di wilayah kabupaten, Kota Kupang memiliki posisi strategis sebagai daerah perlintasan dan harus menjadi contoh dalam penguatan sistem pencegahan.

Lebih lanjut, Christian menyatakan kesiapan mendukung program pemberdayaan bagi pekerja migran yang kembali ke daerah, agar tidak kembali terjebak dalam pola migrasi berisiko. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan psikologis, serta penguatan komunitas purna PMI.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan instansi vertikal guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat perlindungan warga.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Ma’mum menyampaikan kesiapan pihaknya dalam menghadirkan layanan berkala di MPP, program jemput bola pembuatan paspor, serta layanan khusus bagi ASN dan masyarakat.

Ia turut memaparkan sejumlah program unggulan Kantor Imigrasi Kupang, di antaranya Paspor Simpatik dan Eazy Passport.

Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-75, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang kembali melaksanakan program Paspor Simpatik untuk memberikan kemudahan akses layanan pembuatan paspor bagi masyarakat dengan memanfaatkan waktu libur.

Sementara Eazy Passport merupakan layanan jemput bola Direktorat Jenderal Imigrasi yang melayani pengurusan paspor kolektif (minimal 50 orang) dengan mendatangi langsung kantor, perumahan, sekolah, atau komunitas, tanpa harus datang ke kantor imigrasi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026