Kupang, NTT (ANTARA) - UPTD Museum Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat jumlah kunjungan mencapai 11.726 orang sepanjang tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 10.360 pengunjung.
“Sepanjang 2025, total kunjungan mencapai 11.726 orang dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala UPTD Museum Daerah NTT Meffiboset Bollu Eoh di Kupang, Kamis.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut didominasi oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan (TK hingga SMA) sebanyak 5.895 orang. Selain itu, tercatat 2.327 mahasiswa dan 2.957 pengunjung umum yang datang ke museum.
Selain itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung juga meningkat tipis dari 530 orang pada 2024 menjadi 547 orang pada 2025. Adapun pada April 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebagai yang terbanyak, mencapai 135 orang.
Meffiboset berharap agar tren yang positif ini terus meningkat pada 2026. Untuk itu, pihak museum akan memperkuat upaya promosi dan kolaborasi guna menumbuhkan minat masyarakat khususnya generasi muda untuk berkunjung ke museum.
Ia juga menegaskan peran museum sebagai pusat pendidikan bagi generasi muda, bukan sekadar tempat menyimpan barang, tetapi tempat belajar sejarah dan nilai-nilai budaya.
“Dengan demikian, museum memberi dua manfaat besar, yakni sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum dan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan jumlah koleksi yang telah terdata saat ini mencapai sekitar 7.900 item yang terbagi dalam 10 jenis koleksi utama.
“Dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, terdapat penambahan sekitar 500 koleksi. Setiap koleksi didata secara rinci, mulai dari nama barang, tahun pembuatan, hingga asal-usulnya, supaya informasi yang disampaikan kepada publik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihak museum berharap adanya kerja sama dan dukungan dari media massa, pelaku media sosial, serta masyarakat luas agar museum tersebut tetap menjadi tujuan pendidikan, tidak hanya sebagai destinasi wisata.
“Dukungan sarana, prasarana, dan anggaran juga diharapkan, termasuk kerja sama dalam penyebaran informasi agar keberadaan dan peran museum semakin dikenal lebih luas,” tutupnya.

