
Museum NTT memperkaya informasi koleksi melalui kajian tenun Ngada

Kupang, NTT (ANTARA) - UPTD Museum Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkaya informasi dan nilai edukatif benda koleksi melalui seminar hasil kajian tenun ikat Ngada.
“Kegiatan seminar bertujuan mengkomunikasikan hasil kajian koleksi yang dimiliki agar mendapat masukan dan saran dalam melengkapi atau memperkaya informasi koleksi kain tenun dari Kabupaten Ngada ini,” kata Ketua Panitia Oktovianus Amu di Kupang, Jumat.
Ia menjelaskan seminar tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan dari Museum Daerah NTT dengan topik yang disesuaikan pada potensi koleksi museum.
Tahun ini, tema yang diangkat yakni “Tenun Ikat Ngada Merajut Sejarah Menyulam Makna Budaya”, dengan dua pemateri utama Dr. Petrus Ana Andung dan Dr. Maria Theresia Geme.
“Topik ini dipilih agar pengelola museum, masyarakat, dan pengunjung dapat mengetahui lebih jauh tentang koleksi tenun ikat Ngada termasuk dari segi nilai, fungsi, dan makna dalam kehidupan masyarakat pemilik budaya tersebut,” ujarnya.
Oktovianus menambahkan kegiatan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Museum Tahun Anggaran 2025 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Daerah NTT Meffiboset Eoh mengatakan seminar tersebut sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Museum Nasional 2025 sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengenal dan menjaga koleksi kebudayaan NTT.
“Melalui seminar ini, hasil kajian para pemateri akan disempurnakan sesuai masukan peserta, lalu diterbitkan menjadi buku untuk menjadi koleksi museum dan bahan edukasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penting bagi penulis untuk melengkapi bahasa ada dan istilah budaya dengan jelas agar isi buku tersebut mudah dipahami pembaca umum.
Meffiboset berharap melalui kegiatan tersebut mampu berkontribusi dalam upaya pemajuan dan pelestarian kebudayaan lokal secara berkelanjutan.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
