BMKG keluarkan peringatan, Feri tetap beroperasi seperti biasa

id asdp bmkg

BMKG keluarkan peringatan, Feri tetap beroperasi seperti biasa

Manager ASDP Cabang Kupang, Burhan Zahin. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Kapal-kapal feri milik PT (Persero) ASDP Indonesia Ferry tetap melayani rute penyeberangan antarpulau di NTT, di tengah BMKG mengeluarkan peringatan tentang bahaya gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan setempat.
Kupang (ANTARA) - Kapal-kapal feri milik PT (Persero) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tetap melayani rute penyeberangan antarpulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di tengah BMKG mengeluarkan peringatan tentang bahaya gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan setempat.

"Tingginya gelombang di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur saat ini belum berdampak pada pelayaran, meski ada peringatan dari BMKG terkait gelombang tinggi di wilayah perairan NTT," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang Burhan Zahim kepada Antara di Kupang, Selasa (7/5).

Zahim mengakui bahwa ada peringatan dari BMKG Kupang yang menyebutkan bahwa ada gelombang tinggi tetapi sementara ini belum ada penghentian atau penundaan pelayaran karena alasan cuaca. "Armada kami masih tetap beroperasi seperti biasa," katanya.

Dia mengatakan pada lintasan yang dilalui kapal-kapal feri, gelombang laut masih cukup aman untuk dilalui sehingga kapal-kapal masih tetap beroperasi. "Kami selalu mengingatkan setiap kapal feri yang keluar dari pelabuhan untuk tidak memaksakan kehendak jika melihat kondisi cuaca tidak memungkinkan," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang, Senin (6/5), mengeluarkan peringatan (warning) kepada semua operator pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan laut NTT.

Peringatan dini itu, kata peramal cuaca (Forecaster) BMKG Stasiun El Tari Kupang, Nanik Tresnawati, menyusul terjadinya tekanan tendah di perairan Kepulauan Kei-Aru yang telah memicu terjadinya gelombang tinggi di sekitar wilayah perairan NTT.

Dia mengatakan gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan laut Selat Sape. Gelombang setinggi 3,0 meter berpotensi di Selat Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan Laut Timor selatan NTT.

Gelombang setinggi 3,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan NTT. Tinggi gelombang itu bisa mencapai dua kali lipat dari prakiraan, sehingga para operator pelayaran dan nelayan diimbau untuk tetap waspada.

Baca juga: Waspadai gelombang tinggi di perairan NTT
Baca juga: Waspadai gelombang dan angin kencang di perairan NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar