Logo Header Antaranews Kupang

Bahlil: Pemerintah Indonesia kaji opsi WFH demi hemat BBM

Selasa, 17 Maret 2026 20:54 WIB
Image Print
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah sedang mengkaji sejumlah langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), salah satunya melalui opsi penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Menurut Bahlil, wacana ini masih dalam tahap kajian, namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan.

“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga momen Lebaran 2026, di tengah potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah.

Bahlil juga menegaskan stok energi nasional masih sesuai dengan standar minimal.

“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujarnya.

Bahlil juga memastikan bahwa subsidi BBM tetap akan dijaga pemerintah, setidaknya hingga selesai masa libur Lebaran 2026.

Ketika ditanya mengenai ketersediaan energi pasca Lebaran, Bahlil mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setelah Maret.

“Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia,” ujar dia.

Ia menambahkan Indonesia mendapat sedikit angin segar dengan adanya kebijakan tutup-buka di Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut memungkinkan kapal-kapal dari negara selain Israel dan Amerika Serikat untuk kembali melakukan komunikasi, yang dinilai sebagai perkembangan positif bagi stabilitas pasokan energi.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.

Sejumlah negara lain telah mengumumkan kebijakan penghematan energi sebagai respons atas ketidakpastian global.

Thailand misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, membatasi penggunaan lift dan eskalator, serta mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26–27 derajat Celsius.

Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik, sementara Pakistan menyiapkan rencana penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan pengaturan kerja dari rumah.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bahlil: Pemerintah kaji opsi WFH demi hemat BBM



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026