
Undana mendorong digitalisasi pertanian berbasis data

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT mendorong percepatan digitalisasi sektor pertanian berbasis data sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menekan angka kemiskinan di NTT yang masih berada di kisaran 19 persen.
Statistisi Ahli Pertama BPS Sumba Barat Daya Agung Setiawan Samuel Putra di Kupang, Kamis, mengatakan pertumbuhan ekonomi NTT belum sepenuhnya inklusif meskipun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan tren peningkatan.
“Angka kemiskinan di NTT masih berada di level 19,02 persen per September 2024. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi kita belum sepenuhnya dirasakan secara merata,” katanya dalam kegiatan “Edukasi Statistik Episode 11” bertajuk Statistik untuk Ekonomi Cerdas: Digitalisasi Pertanian menuju Ekonomi Inklusif yang digelar Pojok Statistik Undana secara daring.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan indikator pembangunan inklusif untuk memastikan hubungan antara pertumbuhan ekonomi, ketimpangan, dan penyerapan tenaga kerja dapat terukur secara komprehensif.
Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Adenanthera Jennifer Rambu Paddu Ranu mengungkapkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi NTT memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut dia, sektor tersebut menyerap sekitar 49,91 persen tenaga kerja di NTT, namun produktivitasnya masih relatif rendah.
“Petani yang memanfaatkan teknologi digital mampu meningkatkan pendapatan hingga 41 persen, dari rata-rata Rp1,32 juta menjadi Rp1,86 juta per bulan,” ujarnya.
Namun, tingkat adopsi teknologi digital di kalangan petani masih di bawah 30 persen, sehingga diperlukan penguatan literasi data dan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Masalah utama bukan pada efektivitas teknologi, tetapi pada kesenjangan pemanfaatan di tingkat petani,” katanya.
Pojok Statistik Undana menyatakan komitmennya untuk memperkuat literasi data di kalangan akademisi dan masyarakat melalui kolaborasi dengan BPS dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan berbasis data yang adaptif, sekaligus mempercepat transformasi sektor pertanian menuju ekonomi yang lebih inklusif.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan data yang akurat, digitalisasi pertanian diharapkan tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani di NTT.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
