Logo Header Antaranews Kupang

Undana menjadi wakil tunggal Indonesia Ikuti diklat panas bumi di Selandia Baru

Jumat, 17 April 2026 18:51 WIB
Image Print
Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Undana bernama  Adept Titu Eki (kanan) berpose dengan Rektor Undana Prof Jefri S Bale di Undana, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mengirimkan delegasi mengikuti pelatihan singkat bidang panas bumi di University of Auckland, Selandia Baru.

Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana, Prof Philiphi de Rozari di Kupang, Jumat, mengatakan delegasi yang dikirim adalah dosen Program Studi Teknik Pertambangan Undana, Adept Titu Eki.

“Kesempatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendukung rencana pembukaan Program Studi Teknik Geologi di Undana,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan hasil kerja sama FST Undana dengan Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut dia, pelatihan selama lima minggu itu diharapkan memperkuat kapasitas akademik Undana dalam pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi.

“Kami berharap sepulang dari Selandia Baru, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat mempercepat proses pembukaan Prodi Teknik Geologi,” ujarnya.

Koordinator Prodi Teknik Pertambangan FST Undana Noni Banunaek mengatakan kepercayaan pemerintah pusat kepada Undana menjadi pengakuan atas potensi kampus tersebut dalam pengembangan ilmu kebumian.

Sebelumnya, kata dia, sebanyak 20 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti pelatihan tahap awal di Jakarta dan Bandung, sebelum dipilih peserta untuk pelatihan lanjutan di luar negeri.

“Hanya Undana yang terpilih mengirimkan dosen untuk program lima minggu ini. Seluruh fasilitas ditanggung Direktorat Panas Bumi,” katanya.

Sementara itu, Adept Titu Eki mengatakan ilmu yang diperoleh dari University of Auckland sangat relevan untuk mendukung pengelolaan potensi panas bumi di Nusa Tenggara Timur, terutama di Pulau Flores.

“Geothermal adalah masa depan energi kita. Saya berharap keahlian yang diperoleh nanti bisa diterapkan bagi pembangunan daerah dan pengembangan generasi muda NTT,” katanya.

Provinsi NTT, terutama Pulau Flores, dikenal memiliki potensi panas bumi cukup besar yang dinilai strategis untuk mendukung transisi energi nasional dan penyediaan listrik berbasis energi bersih.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Undana jadi wakil tunggal RI Ikuti diklat panas bumi di Selandia Baru



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026