
PLN menyalakan listrik untuk warga di perbatasan RI-Timor Leste

Kupang (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur menyalakan listrik untuk warga perbatasan RI-Timor Leste di Desa Ainiut Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Manajer PLN ULP Kefamenanu, Anak Agung Ngurah Maha Adisurya dari Kefamenanu, Senin, mengatakan kehadiran listrik diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat apalagi setelah selama 81 tahun mereka hidup tanpa penerangan memadai.
“Kami berharap listrik ini tidak hanya menjadi penerangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, mendukung pendidikan anak-anak, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan jaringan listrik tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif warga setempat.
Dia menambahkan, kehadiran jaringan listrik di desa tersebut, menjadi kado Paskah terindah bagi warga setempat.
General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menegaskan elektrifikasi di desa itu merupakan bagian dari komitmen menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok negeri.
“PLN akan terus menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung UMKM, sektor pertanian, dan layanan kesehatan di daerah,” katanya.
Penyalaan perdana jaringan listrik dilakukan oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kefamenanu pada disambut antusias ratusan warga yang memadati lokasi sebagai penanda berakhirnya keterisolasian energi di wilayah perbatasan tersebut.
Kepala Desa Ainiut, Richard Octavian Taneo, menyebut masuknya listrik sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurut dia, pemerintah desa akan terus mendorong pembangunan lanjutan, termasuk penyediaan air bersih dan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan TTU–Malaka.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN nyalakan listrik untuk warga di perbatasan RI-Timor Leste
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
