
Pemerintah bersama Asperapi perkuat kolaborasi ekosistem MICE di Labuan Bajo

Kupang (ANTARA) - Pemerintah bersama Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem industri Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) yang berdaya saing global guna mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan termasuk di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, mewakili Wakil Menteri Pariwisata, dalam sambutannya saat acara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asperapi Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi pelaku industri MICE nasional di Labuan Bajo menegaskan peran strategis Asperapi dalam mendorong kemajuan industri MICE sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata nasional.
"Ke depan, pariwisata tidak hanya berbicara jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengalaman wisatawan," katanya.
Menurut dia, peran Asperapi sangat krusial dalam menghadirkan ajang yang berdampak pada ekonomi lokal serta tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.
Ia menambahkan saat ini Labuan Bajo terus menunjukkan peran strategis sebagai wajah pariwisata Indonesia di tingkat global, yang ditopang oleh penyelenggaraan berbagai agenda internasional, termasuk KTT ASEAN 2023.
Selain sebagai destinasi wisata unggulan, Labuan Bajo juga berkembang sebagai pusat pertemuan dan jejaring industri melalui berbagai agenda seperti Komodo Travel Mart, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi MICE yang kompetitif.
Keberadaan Golo Mori Convention Center dinilai menjadi katalis penting dalam menarik penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Sekretaris Panitia Rakernas Asperapi 2026, Dicki Triono Yunanto, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “MICE Ecosystem Synergy for Sustainable & Global Tourism” yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri MICE nasional.
“Tema ini menjadi relevan dalam menjawab tantangan industri saat ini, di mana kolaborasi dan penguatan ekosistem menjadi kunci untuk mendorong daya saing global,” ujarnya.
Rakernas Asperapi 2026 diikuti 65 peserta yang terdiri atas Dewan Pimpinan Pusat dan perwakilan 10 Badan Pengurus Daerah dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem MICE yang berkelanjutan.
“Pengembangan MICE bukan hanya soal penyelenggaraan 'event', tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kemudahan investasi guna menciptakan ekosistem pariwisata yang kondusif.
Melalui Rakernas ini, Asperapi diharapkan semakin memperkuat sinergi nasional serta melahirkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika industri MICE yang kian kompetitif, sekaligus mendukung penguatan pariwisata Indonesia sebagai sektor unggulan ekonomi nasional.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
