
BPOLBF : Weekend at Parapuar menjadi alternatif wisata Darat Labuan Bajo

Kupang (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menilai Weekend at Parapuar menjadi alternatif wisata darat berbasis kegiatan yang bisa menciptakan daya tarik pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung dihubungi di Labuan Bajo, Senin, mengatakan pengembangan kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di destinasi super prioritas tersebut.
“Melalui penyelenggaraan terjadwal seperti Weekend at Parapuar, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara pariwisata, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif,” katanya.
Menurut dia, aktivasi destinasi melalui kegiatan juga menjadi strategi untuk memperkuat daya tarik wisata darat sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo.
Ia menjelaskan, Labuan Bajo selama ini dikenal luas melalui wisata bahari dan Taman Nasional Komodo. Namun dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan berbasis komunitas, budaya, musik, dan ekonomi kreatif mulai berkembang sebagai pilihan wisata alternatif yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
“Aktivitas wisata berbasis kegiatan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga pekerja seni budaya,” ujarnya.
Weekend at Parapuar diselenggarakan di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, dengan konsep ruang terbuka yang memadukan panorama perbukitan dan lanskap alam. Kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan pada 23 Mei mendatang.
Kegiatan itu menghadirkan pertunjukan seni budaya, musik, kuliner UMKM lokal, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan komunitas setempat.
BPOLBF menilai pengembangan kegiatan berbasis alam dan budaya menjadi strategi penting dalam memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkualitas.
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan kini juga mencari pengalaman autentik, interaksi dengan masyarakat lokal, serta aktivitas yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
