Logo Header Antaranews Kupang

Komisi III DPR minta polisi usut tuntas penyerangan kantor PWI Solsel Sumatera Barat

Rabu, 20 Mei 2026 12:38 WIB
Image Print
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Ahmad Sahroni bekerjasama dengan Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang wanita yang mengaku sebagai pegawai KPK gadungan dengan memberikan uang sebesar RP300 juta yang berdalih untuk biaya operasional para pimpinan KPK. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agr

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengusut tuntas penyerangan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, yang diduga menjadi bentuk intimidasi terhadap kerja pers.

"Ini teror terhadap pers, polisi harus segera usut tuntas siapa dalangnya, karena pasti ini ada kepentingan orang-orang tertentu yang mungkin ingin kasusnya tidak dibuka oleh pers, kuat diduga begitu," ujar Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan intimidasi maupun kekerasan yang menyasar insan pers karena berpotensi mengganggu kebebasan pers dan kerja jurnalistik di daerah.

Menurut Sahroni, pengungkapan kasus secara cepat penting dilakukan agar aksi serupa tidak berulang dan tidak memicu rasa takut di kalangan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

"Dan sebenarnya secara umum, saya tidak mau teror-teror seperti perusakan kantor, penyiraman air keras, pengiriman anggota tubuh binatang, dan sebagainya ini makin marak," katanya.

Ia juga meminta aparat memberikan sanksi tegas terhadap pelaku apabila terbukti melakukan tindak pidana perusakan dan intimidasi terhadap pers.

"Makanya ketika ada kasus seperti ini, harus diusut tuntas dan dicari pelakunya sampai ketemu. Pastikan juga dijerat dengan hukuman berat," ujar Sahroni.

Kantor PWI Solok Selatan dilaporkan diserang sekelompok orang tidak dikenal pada Senin (18/5) malam hingga menyebabkan kerusakan pada gedung sekretariat organisasi wartawan tersebut.

Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies memastikan pengurus daerah telah menempuh langkah hukum atas insiden itu.

Kasus penyerangan kantor PWI Solok Selatan menambah perhatian terhadap perlindungan kerja jurnalistik di daerah, terutama terkait keamanan insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi III DPR minta polisi usut tuntas penyerangan kantor PWI Solok Selatan



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026