Petugas KPPS Gunakan Pakaian Adat

id Pakaian Adat

Petugas KPPS Gunakan Pakaian Adat

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada Kota Kupang mengenakan pakaian adat dari berbagai suku di Pulau Timor menunggu kedatangan pencoblos di Kupang, NTT, Rabu, (15/2) (Foto ANTARA/ Kornelis Kaha)

"Penggunaan pakaian adat ini hasil dari kesepakatan saya dan sejumlah KPPS di TPS ini untuk menarik lebih banyak partisipasi warga di TPS ini untuk menggunakan hak pilihnya," kata Sefben Sumbanu.
Kupang (Antara NTT) - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara 02 Oesapa, Kota Kupang, mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk menarik kedatangan warga dalam menggunakan hak pilihnya.

"Penggunaan pakaian adat ini hasil dari kesepakatan saya dan sejumlah KPPS di TPS ini untuk menarik lebih banyak partisipasi warga di TPS ini untuk menggunakan hak pilihnya," kata Kepala KPPS TPS 02 Oesapa Sefben Sumbanu saat ditemui di lokasi pemungutan suara di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan pakaian adat yang digunakan tersebut tidak hanya dari salah satu etnis, tetapi dari berbagai daerah asal anggota KPPS-nya.

Sejumlah pakaian adat yang digunakan tersebut, adalah pakain adat dari Kabupaten Alor, Kabupaten Belu, Kabupaten Rote, Flores, serta pakaian adat lainnya yang menunjukkan identitas serta beragam kebudayaan di NTT.

Sefben menilai bahwa penyelenggaran pilkada merupakan hari di mana masyarakat berpesta untuk memilih pemimpinnya. Oleh karena itu, penggunaan pakaian adat merupakan cara dari TPS tersebut untuk memeriahkan pesta demokrasi.

"Kami juga tidak berpikir untuk menggenakan salah satu pakaian adat saja, tetapi semua pakaian adat kami gunakan, untuk menghindari kecurigaan warga bahwa kami mendukung salah satu calon pasangan," tuturnya.

Hal unik juga terlihat di TPS 30 di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, di mana KPPS di TPS tersebut mendekorasi TPS berwarna pink dengan maksud bersama-sama warga sekitar merayakan Hari Kasih Sayang atau "Valentine Day" yang telah jatuh pada Selasa (14/2).

"Kita ingin berbagi kasih sayang dengan warga sekitar TPS ini. Sekaligus mengajak masyarakat untuk bisa memilih pemimpin Kota Kupang dengan hati nurani, tanpa ada iming-iming yang tak jelas," kata Ketua KPPS 30 Oesapa Robertus Aman.

Selain bernuansa "Valentine Day", pihaknya juga menyediakan sejumlah cokelat untuk dibagikan kepada warga yang telah selesai menggunakan hak pilihnya.

Ia mengharapkan Pilkada Kota Kupang berjalan dengan aman dan damai agar kota yang dikenal dengan "Kota Kasih" itu bisa tetap aman dan damai.

Sesuai data yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Kota Kupang, warga setempat yang masuk daftar pemilih tetap berjumlah 235.265 orang yang terdiri atas 115.887 laki-laki dan 118.378 perempuan.

Pilkada setempat diikuti dua pasangan calon, yakni Jefry Riwu Kore-Hermanus Man dengan nomor urut 1 dan Jonas Salean-Nikolaus Fransiskus dengan nomro urut 2.