
"Sabuk Merah" Perbatasan Dibangun Kembali

Sarana dan prasarana di ruas jalan "Sabuk Merah" yang terbentang di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang putus tersapu banjir segera dibangun kembali.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Timur Andre Koreh mengatakan sarana dan prasarana di ruas jalan "Sabuk Merah" yang terbentang di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang putus tersapu banjir segera dibangun kembali.
"Misalnya Jembatan Oemanu di Desa Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang amblas tergerus banjir, Pemerintah Kabupaten TTU tengah membantu jembatan darurat guna menghubungkan kembali transportasi yang macet pascabencana itu," katanya di Kupang, Kamis.
Pada saat kejadian, kata dia, ujung jembatan turun yang menyebabkan seluruh material tersapu banjir. Pemkab TTU tanggap dengan membangun jembatan darurat agar transportasi kembali normal, katanya.
Jembatan Ponu terletak di pantai utara daerah itu, menghubungkan ibu kota kabupaten dengan desa-desa di Biboki Anleu sampai pintu perlintasan Wini yang menghubungkan Indonesia dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.
Jembatan ini juga menjadi urat nadi perekonomian warga setempat, serta menghubungkan desa-desa di wilayah itu dengan pintu perlintasan Motaain di Kabupaten Belu. Ujung jembatan tersebut turun sekitar enam meter. Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Masyarakat setempat telah menutup jalan menuju jembatan serta melarang warga beraktivitas di dekat lokasi tersebut.
Ia mengatakan ujung jembatan ambles satu-satunya jalur yang dilewati warga ialah melewati sungai di bawah jembatan. Hanya warga sudah diingatkan tidak menyeberang sungai jika terjadi banjir karena mengancam keselamatan.
Selain itu terjadi patahan jalan di Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat sepanjang satu kilometer mengakibatkan 14 keluarga yang tinggal di lokasi itu diungsikan.
Dia mengatakan musibah tersebut mengakibatkan tenaman pertanian milik warga yang terdiri dari jeruk, jagung, dan kacang rusak. Pemerintah daerah setempat masih menghitung kerugian yang ditimbulkan musibah tersebut.
Ia mengatakan proyek Sabuk Merah Perbatasan itu membentang dari Kabupaten Belu dan Malaka melalui titik lintas sektor timur dari Motamasin menuju Laktutus-Henes-Turiskain-Salore dan berakhir di Mota Ain, gerbang utama Indonesia menuju Timor Leste.
Selanjutnya, di sektor tengah di wilayah Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan wilayah kantung Timor Leste, Oecusse, dimulai dari titik Amol menuju Oehose ke Manufono dan barakhir di Wini, gerbang utama menuju Oecusse.
Untuk sektor barat, di wilayah perbatasan Kabupaten Kupang, yang juga bersebelahan dengan Oecusse, akan dimulai dari titik Oepoli menuju Fefa ke arah Tubona-Saenam-Haumeniana dan berakhir di Fainake.
Sementara untuk jalur lain yang menghubungkan Oepoli di Kabupaten Kupang dan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara yang sama-sama berbatasan dengan Oecusse itu, sedang dikerjakan dan ditargetkan selesai pada 2017.
Pewarta : Hironimus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
