Pintu NasDem belum dibuka untuk Pilkada 2020

id nasdem pilkada 2020

Pintu NasDem belum dibuka untuk Pilkada 2020

Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Alex Ofong. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Partai Nasional Demokrat (NasDem) belum membuka pintunya untuk para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam pilkada serentak di sembilan kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2020.
Kupang (ANTARA) - Partai Nasional Demokrat (NasDem) belum membuka pintunya untuk para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam pilkada serentak di sembilan kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2020.

"Secara internal pihaknya belum membahas mekanisme terkait dengan perekrutan bakal calon kepala daerah di sembilan Kabupaten di NTT," kata Sekretaris DPW Partai Nasdem NTT Alex Ofong kepada ANTARA di Kupang, Senin (23/9).

Saat ini, kata dia, semua struktur partai di daerah sampai ke anak ranting sedang berbenah diri menghadapi pilkada serentak pada 2020. Pembenahan dan penguatan struktur partai ini penting dilakukan hingga ke ranting/desa, sebagai kekuatan utama pemenangan dalam pilkada.

Baca juga: 89 orang bakal calon kepala daerah melamar di Golkar NTT untuk Pilkada 2020

Ketua DPW Partai NasDem NTT, Raymundus Fernandez dalam keterangan terpisah mengatakan, partai akan melakukan pembahasan terkait dengan mekanisme perekrutan setelah gong pilkada di sembilan daerah tersebut ditabuh.

"Kita masih menunggu proses gong pemilihan kepala daerah ditabuhkan secara nasional baru partai akan melakukan aktifitas," kata Raymundus Fernandes yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Timor Tengah Utara pada 2020.

Tahun depan, ada sembilan kabupaten di NTT yang akan menyelenggarakan pilkada serentak, yakni Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Barat, dan Sumba Timur. 

Baca juga: Sabu Raijua sepakat anggaran Pilkada 2020 sebesar Rp15 miliar
Baca juga: Manggarai Barat butuh dana Rp30 miliar biaya Pilkada 2020
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar