Jumlah pelanggan listrik di NTT terus bertambah

id PLN NTT

Jumlah pelanggan listrik di NTT terus bertambah

Sejumlah pekerja sedang melakukan perawatan jaringan listrik milik PT PLN (Persero) Wilayah NTT di Kota Kupang, Kamis (8/8/2019). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/wsj).

"Hingga September 2019, jumlah pelanggan kami mencapai 768.134 atau bertambah 54.438 rumah dari tahun sebelumnya," kata Ignatius Rendroyoko.
Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah pelanggan listrik di daerah kepulauan ini terus bertambah sekitar 54.438 pelanggan yang menyebar di berbagai pulau kecil dan besar se-NTT.

"Hingga September 2019, jumlah pelanggan kami mencapai 768.134 atau bertambah 54.438 rumah dari tahun sebelumnya," kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Ignatius Rendroyoko kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (26/10).

Dia mengatakan, bertambahnya pelanggan ini berkat dukungan pemerintah pusat dan daerah, selain itu dana bantuan sosial PLN, program sinergi BUMN dan beberapa badan usaha lainnya.

Dia menyebutkan, program penyambungan listrik gratis dari berbagai stakeholder telah direalisasikan untuk 21.803 rumah warga di provinsi setempat.

"Karena itu kami mengapresiasi dukungan lintas stakeholder ini karena rumah-rumah warga yang akhirnya bisa menikmati listrik semakin banyak," katanya.

Baca juga: PLN NTT tingkatkan penjualan listrik kepada para pelanggan
Baca juga: Program "Menembus Batas" ajak ribuan warga tambah daya listrik


Menurutnya, bertambahnya pelanggan juga membuat rasio elektrifikasi di NTT terus bergerak naik hingga kini mencapai 74,4 persen dari sebelumnya sebesar 62 persen.

Sebelumnya, Ignatius mengatakan pihaknya juga sangat berharap dukungan pemerintah daerah setempat untuk menyediakan subsidi penyambungan listrik gratis bagi warganya.

Dia mencontohkan seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka di Pulau Flores yang membantu penyambungan listrik gratis kepada sekitar 376 rumah warga selama Februari-Juli 2019.

Dia mengatakan, pihaknya telah berjuang menyiapkan material kelistrikan dan melayani dari sisi pembangkit, transmisi, dan distribusi ke masyarakat atau pelanggan.

Namun, kemampuan masyarakat menyiapkan biaya sambungan listrik ke rumah-rumah perlu dibantu pemerintah setempat.

"Untuk itu kami berharap sinergi pemerintah daerah untuk membantu agar rumah warganya yang selama ini belum menikmati listrik segera tersambung listrik," katanya.

Baca juga: 600 Pelanggan Ajukan Penambahan Daya Listrik
Baca juga: Pemakaian Listrik Bersubsidi Didominasi Pelanggan Mampu
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar