Logo Header Antaranews Kupang

NTT Sudah Swasembada Sapi

Rabu, 26 April 2017 16:00 WIB
Image Print
Ternak sapi
"Kita tidak bebas saja mengirim tapi tetap memperhitungkan kekuatan populasi, struktur populasi terkait berapa betina, jantan, jantan dewasa, yang baru lahir dan sebagainya sehingga menghasilkan yang namanya kuota," katanya.


Kupang, (Antara NTT) - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dani Suhadi menyatakan NTT sudah swasembada atau secara mandiri memenuhi kebutuhan daging sapi yang dihasilkan petani-peternak di daerah itu.


Ia mengatakan, kondisi itu didukung dengan peningkatan populasi sapi yang terus meningkat dari 2014 sebanyak 865.000 ekor, bertambah pada 2016 menjadi 930.000 ekor sapi bali dan sumba ongol, katanya di Kupang, Rabu, (26/4).

Populasi sapi yang menyebar di semua daerah itu sejauh ini sudah bisa memenuhi kebutuhan lokal bahkan setiap tahunnya ada quota sapi yang siap diantarpulaukan ke Jakarta, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dani mengatakan, target jumlah sapi yang diantarpulakan juga meningkat setiap tahunnya, dari capaian tahun sebelumnya sebanyak 63.400 ekor dan ditargetkan pada 2017 mencapai 65.3000 ekor.

"Sapi yang diantarpulauakan ini didukung dengan tol laut Kapal Cemara Nusantara ke Jakarta dan kapal kargo yang melintasi jalur utara ke Sulawesi dan Kalimantan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya memastikan pengiriman sapi ke luar daerah disesuaikan dengan kondisi populasi dan memperhitungkan kebutuhan di dalam daerah sehingga tertap terjaga.

"Kita tidak bebas saja mengirim tapi tetap memperhitungkan kekuatan populasi, struktur populasi terkait berapa betina, jantan, jantan dewasa, yang baru lahir dan sebagainya sehingga menghasilkan yang namanya kuota," katanya.

Menurut Dani, sapi merupakan usaha ternak yang diunggulkan dalam upaya peningkatan pendapatan ekonomi petani-peternak di provinisi kepulauan itu dibadingkan usaha ternak lain seperti kerbau, kuda, kambing, maupun babi.


Program Siwab
Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong peningkatan jumlah dan kualitas sapi melalui program pemerintah pusat Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB).

"Caranya yaitu dengan memberikan Insemisasi Buatan (IB) dan penguatan produksi di padang-padang pengembalaan melalui intensifikasi kawin alam (INKA)," katanya.

Ia mengatakan, upaya IB dilakukan setiap hari melalui Dinas Peternakan di kabupaten/kota untuk mengejar target 26.965 ekor sapi dalam tahun ini dari target yang ditetapkan melalui SIWAB sebanyak 146.095 ekor.

Minimal, katanya, jumlah sapi yang wajib dibuntingkan melalui program SIWAB dalam tahun ini sebanyak 85.000 ekor.

"Jadi IB terus kita lakukan dan setiap hari data-data dari daerah masuk ke sistem kita, sementara itu disertai pula penguatan produksi sapi di padang-padang pengembalaan," katanya.



Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026