Gubernur minta kepala daerah jaga psikologi publik terkait COVID-19

id Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat,Penanganan COVID-19 di NTT,corona ntt

Gubernur minta kepala daerah jaga psikologi publik terkait COVID-19

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Saya minta kepada para bupati/wali kota agar menjaga psikologi publik, karena hari ini masyarakat kita berada dalam ketakutan luar biasa soal COVID-19.

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para kepala daerah pada 22 kabupaten/kota se-NTT agar dapat menjaga psikologi publik terkait merebaknya wabah COVID-19.

"Saya minta kepada para bupati/wali kota agar menjaga psikologi publik, karena hari ini masyarakat kita berada dalam ketakutan luar biasa soal COVID-19," kata Viktor Laiskodat, di Kupang, Jumat, (17/4).

Ia meminta agar juru bicara setiap kabupaten/kota hanya satu orang saja, untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan COVID-19 kepada masyarakat di daerah masing-masing.

Baca juga: Akhir April NTT miliki laboratorium pemeriksaan swab sendiri

Menurut dia, ketika melakukan tes cepat atau rapid test, maka tidak perlu diumumkan. Jika diketahui hasilnya mengarah ke positif COVID-19, lanjut dia, maka langsung diambil sampel swab dan dikirim untuk diteliti di laboratorium.

Mengenai laboratorium untuk pemeriksaan swab tenggorokan, saat ini masih dikirim ke Pulau Jawa untuk diteliti, namun Gubernur Viktor mengatakan NTT segera memiliki laboratorium sendiri di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang pada akhir April 2020.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa serangan wabah COVID-19 ini juga berkaitan dengan masalah psikologi publik.

Baca juga: NTT alokasikan Rp286 miliar atasi dampak COVID-19

"Kalau belum apa-apa sudah diumumkan positif-positif padahal masih rapid test. Kita harus menjaga karena publik dalam keadaan ketakutan," katanya lagi.

"Itu seperti di Lembata, Rote Ndao, jadi saya minta agar yang seperti ini dijaga, sehingga suasana psikologi publik itu tidak boleh dalam kondisi ketakutan berlebihan," ujarnya pula.

Dia menambahkan, penyebaran wabah COVID-19 sudah luar biasa dan sudah menimbulkan ketakutan yang luar biasa, sehingga para pemimpin di setiap daerah tidak boleh menambah rasa ketakutan warganya.

"Kita harusnya maksimalkan pencegahan agar masyarakat kita bisa lebih tenang, karena ini penyakit dari luar, bukan malah menambah ketakutan bagi masyarakat," katanya pula.

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar