Logo Header Antaranews Kupang

Bulog Datangkan Bawang

Selasa, 23 Mei 2017 11:31 WIB
Image Print
Bulog Divre NTT sedang mendatangkan bawang dari Surabaya untuk menambah stok komoditas tersebut di pasaran guna menjaga stabilisasi harga. (Foto ANTARA)
"Pasokan bawang itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya sebagai daerah pemasok, dan diharapkan bisa tiba di Kupang pekan depan," kata Minggus Foes.

Kupang (Antara NTT) - Perum Bulog Divisi Regional Provinsi Nusa Tenggara Timur mendatangkan bawang untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kenaikan harga salah satu komoditas penting ini selama puasa dan lebaran tahun 2017.

"Pasokan bawang itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya sebagai daerah pemasok, dan diharapkan bisa tiba di Kupang pekan depan," kata Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog NTT Minggus Foes, di Kupang, Senin.

Bawang yang dipasok dari Surabaya itu berjumlah lima ton dengan variasi pasokan bawang merah tiga ton dan bawang putih dua ton. "Jumlah bawang ini dinilai akan sanggup menahan kemungkinan terjadi lonjakan harga di pasaran," kata Minggus.

Bumbu dapur penting yang dipasok dari Surabaya itu akan dijual di pasaran dengan harga eceran tertinggi masing-masing bawang putih Rp38 ribu/kilogram dan bawang merah Rp30 ribu/kg.

Harga jual itu, menurut Minggus, akan sanggup membuka peluang dan akses konsumen memperolehnya untuk pemenuhan kebutuhan dalam rumah tangganya.

Harga jual bawang putih di pasaran saat ini pada kisaran Rp50 ribu/kilogram atau mengalami kenaikan Rp20 ribu setiap kilogram dari harga jual sebelumnya Rp30 ribu/kg.

Sedangkan bawang merah dijual Rp40 ribu/kilogram atau naik dari sebelumnya Rp25 ribu/kilogram, naik Rp15 ribu setiap kilogram.

Ketersediaan beras, menurut Minggus, stok tersedia dan diprediksi akan bisa melayani kebutuhan masyarakat hingga lebaran nanti.

Dia menyebutkan, saat ini Bulog NTT memiliki stok sebanyak 35.884 ton beras tersebar pada seluruh gudang milik Bulog di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.

Penyebaran beras itu untuk memudahkan suplai saat kebutuhan daerah mulai meningkat. Stok beras medium berjumlah 34.762 ton, dan beras premium sebanyak 1.122 ton.

Bulog NTT juga berencana mendatangkan tambahan beras dari sejumlah daerah pada bulan puasa, sebanyak 14.994 ton beras jenis medium.

Sebanyak 14.994 ton beras itu, antara lain dipasok dari Jawa Timur berjumlah 13.995 ton, dan selebihnya akan dipasok dari Nusa Tenggara Barat berjumlah 999 ton.

Bulog NTT juga berencana membeli beras petani dari sejumlah daerah lumbung padi di provinsi ini. "Apalagi saat ini sedang panen, karena itu Bulog akan berencana membeli beras petani lokal juga," katanya pula.

Bulog sudah memiliki pemasok dari kalangan petani NTT pada sejumlah lokasi sentra padi. Minggus menyebutkan pula, Bulog NTT saat ini memiliki stok gula pasir sebanyak 1.377 ton. Stok ini akan ditambah dengan pasokan dari sejumlah daerah.

"Bulog berencana akan memasok tambahan untuk memperkuat ketersediaan gula pasir yang ada," katanya lagi. Dia meyakini stok beras akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga sampai empat bulan ke depan.

"Dari penghitungan antara ketersediaan dan kebutuhan beras di masyarakat, Bulog NTT pastikan stok yang ada sangat mampu melayani seluruh kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan," kata dia.

Apalagi saat ini sebagian petani sedang melakukan panen raya dan dipastikan setiap warga memiliki ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, kata dia lagi.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026