
Pendamping Dana Desa Sebaiknya Direkrut Daerah

"Sekarang, banyak pendamping desa yang tidak berada di tempat tugasnya karena tidak betah berada di desa. Ini kondisinya yang kami hadapai saat ini," kata Bupati Ayub Titu Eki.
Kupang (Antara NTT) - Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengharapkan proses perekrutan pendamping dana desa dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengakomodir pencari kerja yang paham terhadap kondisi sosial masyarakat setempat.
"Sekarang, banyak pendamping desa yang tidak berada di tempat tugasnya karena tidak betah berada di desa. Ini kondisinya yang kami hadapai saat ini," kata Bupati Titu Eki ketika dihubungi Antara di Oelamasi, Sabtu.
Ia mengatakan dalam proses perekrutan pendamping desa tahun 2015, pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sudah menolak kehadiran pendamping dana desa luar daerah ini.
Menurut dia, pendamping dana desa dari luar daerah kurang memiliki pemahaman terhadap kultur masyarakat setempat sehingga memilih meninggalkan desa tersebut.
"Pengetahun soal desa yang dimiliki pendamping dari luar sangat terbatas, selain itu juga kulturnya berbeda, karena banyak pendamping desa tinggalnya di Kota Kupang. Bagaimana dia bisa bertugas secara maksimal kalau selalu berada di kota," kata Titu Eki.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kupang Anis Kase menjelaskan, salah satu kendala dalam pengelolaan dana desa tahun 2016 sebesar Rp100 miliar di daerah ini adalah kurangnya tenaga pendamping sehingga tidak seimbang dengan 160 desa di Kabupaten Kupang.
"Ada kecamatan yang hanya memiliki dua orang tenaga pendamping, padahal wilayah pendampingan mencakup 10 desa. Ini sama sekali tidak efektif dan sia-sia," kata Kase.
Atas dasar itu, Bupati Titu Eki mengusulkan agar tenaga pendamping sebaiknya direkrut orang lokal yang memahami tentang budaya masyarakat setempat agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
