
SMKN Amarasi Barat Ambruk Diterjang Angin
Sabtu, 29 Juli 2017 08:18 WIB

"Saya relakan lahan seluas lima haktare kepada pemerintah untuk membangun kembali SMKN I Amarasi Barat yang ambruk akibat diterjang angin kencang pada Rabu (26/7) lalu," kata Isak Amnifu.
Kupang (Antara NTT) - Isak Amnifu, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT menghibahkan lahan miliknya seluas lima haktare untuk mendukung pembangunan SMKN I Amarasi Barat yang ambruk diterjang angin kencang, Rabu (26/7).
"Saya relakan lahan seluas lima haktare kepada pemerintah untuk membangun kembali SMKN I Amarasi Barat yang ambruk akibat diterjang angin kencang pada Rabu (26/7) lalu," kata Isak Amnifu yang juga Ketua Komite SMKN I Amarasi Barat itu di Desa Nekbaun, Jumat.
Ia menjelaskan gedung SMKN I Amarasi Barat itu dibangun secara darurat pada 2014, karena minat anak-anak Amarasi masuk di sekolah pariwisata pada saat itu sangat tinggi.
"Animo anak-anak desa untuk masuk di sekolah pariwisata pada saat itu cukup tinggi, sehingga mendorong para orangtua/wali siswa secara gotongroyong membangun sekolah tersebut secara darurat pada 2014," katanya.
Namun, sekolah darurat tersebut akhirnya ambruk setelah diterjang angin kencang pada Rabu (26/7) lalu.
"Kami hanya berharap agar pemerintah Kabupaten Kupang dapat membangun kembali SMK Negeri I Amarasi Barat itu secara permanen agar lebih memberi rasa nyaman bagi para guru dan siswa saat berlangsungnya proses belajar mengajar," ujarnya.
Amnifu mengatakan bencana alam angin kencang yang menerjang bangunan sekolah darurat tersebut, membuat orangtua siswa menjadi gelisah, karena tak lagi memiliki harapan.
"Komite sekolah sudah melakukan pertemuan bersama orangtua murid, dan sepakat untuk membangun kembali tiga ruang kelas darurat untuk menghidupkan kembali kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Para orangtua pun sepakat, akhirnya menyepakati akan membangun tiga ruang darurat tersebut mulai Senin (31/7).
"Semua orangtua murid menyumbang kayu bulat untuk tiang bangunan serta pelepah untuk dinding dan daun lontar serta alang-alang untuk atap sekolah secara sukarela," kata Isak Amnifu.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
