Kasus COVID-19 di NTT bertambah menjadi 464 orang

id NTT,kupang,positif covid-19,flores timur,corona,dinkes

Kasus COVID-19 di NTT bertambah menjadi 464 orang

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, David Manda. (FOTO ANTARA/ Benny Jahang)

Sebanyak 16 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 itu berasal dari dua daerah yakni Kota Kupang dan Kabupaten Flores Timur
Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebutkan adanya penambahan 16 kasus baru positif COVID-19 di daerah itu sehingga jumlah total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah meningkat menjadi sebanyak 464 kasus.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, David Manda kepada ANTARA di Kupang, Sabtu, (3/10).

"Sebanyak 16 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 itu berasal dari dua daerah yakni Kota Kupang dan Kabupaten Flores Timur," kata  Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur David Manda kepada ANTARA di Kupang, Sabtu malam.

Untuk di Kota Kupang ada sebanyak lima orang, tiga di antaranya berusia di bawah umur dan dua lainnya dewasa.

"Kelima warga Kota Kupang yang positif COVID-19 itu semuanya dari transmisi lokal," katanya.

Sementara itu untuk penambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 terjadi di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores yang merupakan klaster pelaku perjalanan dari Bali.

Menurut dia keenam kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 itu diketahui terpapar setelah melalui pemeriksaan sample usap.

Baca juga: Pegawai Bank NTT terpapar COVID-19 karantina mandiri

Baca juga: Klaster baru COVID di Kota Kupang muncul dari karyawan bank


Ia menambahkan  ada 162 sampel usap dari Kota Kupang dan Flores Timur yang diperiksa tim medis di laboratorium PCR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr.W.Z.Johannes Kupang, pada Sabtu (3/10) 2020.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu terdapat 16 sampel usap yang hasilnya diketahui terkonfirmasi positif COVID-19, sedangkan 146 lainnya dinyatakan negatif, demikian David Manda.

 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar