
Program Inovatif Bawa Perubahan Pada Masyarakat Kota

Program inovatif yang dijabarkan Jonas Salean selama lima tahun menjadi Wali Kota Kupang (2012-2017) sehingga membawa perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat di kota ini.
Kupang (Antara NTT) - Ekonom Dr James Adam mengapresiasi program inovatif yang dijabarkan Jonas Salean selama lima tahun menjadi Wali Kota Kupang (2012-2017) sehingga membawa perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat di kota ini.
"Program-program inovatif tersebut membawa perubahan terhadap peningkatan kesejahteraan warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.
James Adam mengatakan hal tersebut dapat terbaca dari PAD Kota Kupang yang hanya mencapai Rp51 miliar pada lima tahun lalu, namun dalam masa kepemimpinan Jonas Salean, PAD Kota Kupang naik fantastis menjadi Rp175 miliar.
"Pada akhir 2017, PAD Kota Kupang diperkirakan terus bergerak naik hingga posisi Rp190 miliar. Ini sesuatu yang positif dari penjabaran program-program inovatif tersebut," ujarnya.
Jonas Salean mengakui bahwa dengan segala keterbatasan memimpin Kota Kupang selama lima tahun (2012-2017) yang berakhir pada 1 Agustus 2017 lalu, ia mampu menyuguhkan sejumlah program prorakyat untuk membantu masyarakat kota keluar dari belenggu kemiksinan dan keterbelakangan.
"Saya menyadari bahwa program inovatif tersebut belum menyentuh semua elemen masyarakat, namun setidaknya sudah dirasakan oleh sebagian warga miskin yang ada di Kota Kupang ini," katanya.
Program-program inovatif yang dinilai berhasil, di antaranya bidang ekonomi dalam menopang kekuatan ekonomi 11.000 warga kota lewat program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) sebesar Rp63 miliar.
Di bidang kesehatan, antara lain hadirnya 11 Puskesman Reformasi, KTP Sehat bagi 350.000 warga miskin perkotaan, program bantuan pendidikan bagi 1.500 mahasiswa kurang mampu serta program di bidang sosial yakni pemberian santunan duka.
Bukan cuma itu, menurut dia, pertumbuhan Kota Kupang terakhir (2016) diatas 5,7 persen atau melampaui pertumbuhan yang dialami provinsi NTT yang hanya 5,6 persen.
James Adam mengatakan program-program inovatif yang dijabarkan itulah kemudian membawa perubahan terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat menuju sejahtera dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2013, misalnya, pertumbuhan ekonomi rakyat di Kota Kupang hanya 7,58 persen, namun tahun 2014 terus meningkat menjadi 7,69 persen dan untuk tahun 2015, pertumbuhan ekonomi naik lagi menjadi 8,1 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut juga diukur dari laju inflasi di Kota ini yang dijadikan sampel dalam menghitung tingkat kenaikan dan penurunan harga-harga kebutuhan pokok dalam kurun waktu tertentu.
Program PEM yang diluncurkan sejak 2013 melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di 51 kelurahan senilai masing-masing Rp500 juta untuk warga miskin dalam membuka usaha ekonomi kecil dan menengah.
Program tersebut dinilai cukup berhasil dan menyentuh kepentingan masyarakat miskin, sehingga sebelum berakhirnya masa jabatannya sebagai Wali Kota Kupang, anggarannya ditingkatkan menjadi Rp25,5 miliar agar bisa menjangkau semua warga miskin dalam kota ini.
Jangkaun pelayanan program PEM dari 2013-2016 sudah menyentuh 10.476 warga miskin untuk mengembangkan usaha ekonominya dengan total dana yang disalurkan Rp45,717 miliar.
"Saya berharap program-program inovatif yang prorakyat ini, dapat diteruskan oleh pemerintahan yang baru di bawah kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man yang akan dilantik menjadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Kupang periode 2017-2022 pada 22 Agustus 2017," ujarnya.
Kepemimpinan Jefri Riwu Kore-Hermanus Man merupakan produk dari hasil Pilkada serentak yang berlangsung pada 15 Februari 2017.
Pewarta : Hironmus Bifel
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
