KMP Ile Boleng tak lagi beroperasi, ini penjelasan Dishub NTT...

id NTT,Dinas Perhubungan NTT,KMP Ile Boleng,Dirjen Perhubungan Darat

KMP Ile Boleng tak lagi beroperasi, ini penjelasan Dishub NTT...

KMP Ile Boleng saat sedang docking di Kamal, Madura, Jawa Timur. (Istimewa)

KMP Ile Boleng mengalami kerusakan serius pada mesin utamanya dan saat ini sedang docking oleh PT Ben Santosa di Kamal, Madura
Kupang (ANTARA) - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ile Boleng tidak lagi beroperasi melayani penyeberangan antardaerah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur akibat mengalami kerusakan serius.

"KMP Ile Boleng mengalami kerusakan serius pada mesin utamanya dan saat ini sedang docking oleh PT Ben Santosa di Kamal, Madura," kata Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka ketika dihubungi di Kupang, Rabu, (10/2).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kondisi KMP Ile Boleng yang saat ini tidak lagi beroperasi melayani penyeberangan antardaerah di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: TransNusa tak mengudara lagi di NTT sejak pandemi COVID-19

Kapal ferry yang dikelola PT Flobamora itu terakhir melayani rute Bolok-Naikliu Kabupaten Kupang-Teluk Gurita Kabupaten Belu PP setelah sebelumnya beroperasi pada lintasan Bolok-Lewoleba Kabupaten Lembata-Deri Kabupaten Flores Timur.

Namun kapal yang beroperasi sejak 2010 lalu itu kini mengalami kerusakan serius pada bagian mesin sehingga terpaksa berhenti beroperasi.

"Akibat kerusakan ini maka kapal tidak lagi beroperasi pada lintasan yang disubsidi pemerintah itu," katanya.

Baca juga: NTT dapat tambahan satu kapal ferry berbobot 2.000 GT

Isyak menjelaskan kapal tersebut sudah diaudit pihak Marine Inspector dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI dan dinyatakan mengalami kerusakan pada buah mesin utamanya.

"Kami juga sudah laporkan kondisi ini kepada Dirjen Perhubungan Darat disertai permohonan anggaran untuk pembelian mesin baru," katanya.

Isyak beharap pihak kementerian terkait menganggarkan untuk perbaikan KMP Ile Boleng pada 2021 ini sehingga kapal bisa kembali dioperasikan pada lintasannya.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar