Warga Wae Nenda mulai Nikmati PLTA

id PLTA

Warga Wae Nenda mulai Nikmati PLTA

Warga Wae Nenda di Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mulai menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wae Laing.

"Potensi air terjun Tengku Liok di Kali Wae Laing yang selama ini mengalir bebas ke Laut Flores itu akihirnya dimanfaatkan dan dioptimalkan menjadi energi listrik," kata Alex Rahmat.
Kupang (Antara NTT) - Warga Wae Nenda di Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mulai menikmati listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wae Laing.

"Potensi air terjun Tengku Liok di Kali Wae Laing yang selama ini mengalir bebas ke Laut Flores itu akihirnya dimanfaatkan dan dioptimalkan menjadi energi listrik," kata Camat Lamba Leda Alex Rahmat ketika dihubungi Antara dari Kupang, Kamis.

Ia mengatakan ide untuk memanfaatkan arus air Kali Wae Laing yang menghasilkan potensi listrik itu, semula dicetuskan oleh sejumlah tokoh masyarakat kampung Wae Nenda yaitu Marten dan Yuven.

Mereka katanya kemudian mengundang beberapa tokoh lagi di Wae Nenda untuk serius membahas pembangunan PLTA Wae Laing.

"Ide dua pencetus itu langsung diterima oleh masyarakat secara keseluruhan. Warga kemudian sepakat untuk mulai membangun secara swadaya," katanya.

Setelah warga menyepakati untuk membangun PLTA Wae Laing, Marten dan Yuven kemudian menyodorkan jenis-jenis peralatan yang dibutuhkan di antaranya turbin, semen, pipa, dan peralatan lainnya.

Setiap kepala keluarga (KK) kemudian mengumpulkan Rp375.000 untuk pembelian turbin, pipa, dan kabel yang kemudian dengan kesadarannya sendiri mengumpulkan Rp170.000/KK untuk kelancaran pembangunan PLTA tersebut.

Ia mengatakan dari sekitar 100 KK di Wae Nenda, baru sekitar 70 KK yang menikmati listrik dari PLTA Wae Laing, karena pembangkit listrik tersebut belum mampu menarik arus semuanya karena terbatas daya. Meskipun demikian, masyarakat sudah menikmati listrik pada siang dan malam hari.

Jika dibandingkan dengan masyarakat di Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda yang sudah menikmati penerangan listrik dari PLN Rayon Ruteng, namun hanya pada malam hari saja.