Logo Header Antaranews Kupang

Jaga Kelestarian Eksosistem Laut

Kamis, 30 November 2017 13:56 WIB
Image Print
Kapolda NTT Irjen Polisi Agung Sabar Santoso (kedua kanan) bersama sejumlah petugas melepasliarkan penyu hijau yang dilindungi di Dermaga PolAir Polda NTT di Bolok, Kupang Barat, Kamis. (Foto ANTARA/Aloysius Lewokeda)
"Eksosistem dan hasil-hasil laut di NTT harus dijaga demi mendukung kemajuan pariwisata yang sering dilukiskan sebagai Karibia berikutnya (The Next Caribbean)," kata Irjen Polisi Agung Sabar Santoso.

Kupang (Antara NTT) - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Polisi Agung Sabar Santoso mengingatkan masyarakat nelayan di daerah ini untuk tetap menjaga kelestarian ekosistem laut yang merupakan daya dukung bagi pesona pariwisata NTT yang sering dilukiskan sebagai The Next Caribbean ini.

"Eksosistem dan hasil-hasil laut di NTT harus dijaga demi mendukung kemajuan pariwisata yang sering dilukiskan sebagai Karibia berikutnya (The Next Caribbean)," kata Irjen Polisi Agung Sabar Santoso di selah acara pelepasliaran sembilan ekor penyu hijau di Dermaga Direktorat PolAir Polda NTT di Kupang, Kamis.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri pihak dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, Balai Konservasi Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, juga dua oknum nelayan Kupang atas sangkaan menangkap penyu hijau tersebut di sekitar perairan Kupang.

Jenderal polisi berbintang dua itu menegaskan pelaku penangkap penyu hijau tetap diproses sesuai hukum yang berlaku selain diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatanya yang sama.

Ia mengatakan, binatang laut seperti penyu hijau dan jenis ikan lainnya yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya agar tidak lagi ditangkap.

Selain itu, lanjutnya, hasil laut yang terancam punah itu merupakan bagian dari aset berharga yang menjadi daya tarik wisata bawah laut di provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 kilometer persegi itu.

Ia mengatakan, wisatawan yang datang menyelam di perairan NTT mau menikmat laut dengan hasil-hasil di dalamnya yang kaya dan indah.

"Kalau penyu-penyu maupun ikan, juga terumbu karang yang dilindungi semuanya dicuri, terus mereka datang mau menikmati apa?," kata Kapolda NTT dalam nada tanya.

Ia mencontohkan, banyak wisatawan yang datang menyelam di perairan Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional, sangat menikmati keindahan laut berserta isinya.

"Binatang laut seperti penyu maupun berbagai jenis ikan bisa menghampiri para penyelam karena habitat mereka tidak diganggu, sementara kalau di wilayah perairan lainnya ini terus diburu dan menjadi punah maka tidak ada lagi daya tarik untuk wisatawan," katanya.

Untuk itu, mantan Kapolda Sulawesi Tenggara itu mengajak semua pihak di daerah itu untuk menggelorakan gerakan melindungi hasil-hasil laut di provinsi itu sebagai bagian dari kekayaan pariwisata yang berdampak ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

"Saya berharap tidak boleh lagi hasil-hasil laut yang dilindungi ini diburu tapi kita semua harus berkomitmen untuk menjaganya sebagai bagian dari kekayaan pariwisata kita yang menguntungkan," katanya menegaskan.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026