
NTT membangun ekosistem desa-sekolah, NTT Mart jadi pusat produk lokal

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun ekosistem ekonomi terintegrasi berbasis desa, sekolah dan komunitas melalui peluncuran NTT Mart sebagai pusat distribusi produk lokal.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Belu, Senin, mengatakan NTT Mart akan menjadi “rumah besar” bagi seluruh produk unggulan daerah yang dihasilkan melalui skema One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP).
“Produk dari desa, sekolah, dan komunitas kita kumpulkan, kita kemas, lalu kita jual. Ini bukan sekadar jual beli, tapi membangun ekosistem ekonomi,” kata Melki saat meresmikan NTT Mart OSOP di SMK Negeri 1 Atambua, Kabupaten Belu, Senin.
Ia menjelaskan desa, sekolah dan komunitas akan berperan sebagai pusat produksi, sementara NTT Mart menjadi simpul distribusi yang menghubungkan produk lokal dengan pasar.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi solusi atas persoalan klasik UMKM yang selama ini terkendala akses pasar.
“Selama ini banyak yang bisa produksi, tapi tidak tahu jual ke mana. Sekarang kita siapkan sistemnya,” ujarnya.
Melki juga menekankan pentingnya optimalisasi peran sekolah, khususnya SMK, sebagai pusat produksi dan inovasi. Setiap jurusan didorong memiliki produk unggulan, sementara fasilitas praktik dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.
“Kita harus bangun budaya produksi di sekolah, bukan hanya teori,” katanya.
Selain itu, wilayah Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dinilai memiliki peluang besar sebagai pusat perdagangan, termasuk untuk ekspansi produk lokal ke pasar lintas negara.
Bupati Belu Willybrodus Lay menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut dan menyiapkan perluasan jaringan NTT Mart serta penguatan pemasaran digital.
“Kita dorong produk lokal masuk market place agar bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo menegaskan program OSOP menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan berjiwa wirausaha.
“Ini cara kita menyiapkan masa depan siswa melalui keterampilan dan produksi nyata,” katanya.
Pemprov NTT optimistis integrasi produksi dan distribusi melalui NTT Mart akan memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan daya saing produk daerah, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
