
Benny Harman Pamit di DPR Maju pilgub NTT

Hari ini saya pamitan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, karena ingin fokus dalam Pilgub NTT 2018".
Kupang (AntaraNews NTT) - Benny K Harman berpamitan dengan sejumlah anggota DPR RI setelah resmi mendaftar di KPU Nusa Tenggara Timur sebagai bakal calon Gubernur NTT periode 2018-2023 untuk maju dalam hajatan politik Pilgub NTT 2018.
Hal ini disampaikannya usai memimpin rapat pembahasan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang di dalamnya ada perluasan pidana asusila (zina dan LGBT), penghinaan terhadap presiden, penistaan agama, pemberlakuan pidana hukum adat, pidana hukuman mati, dan penanganan korupsi di sektor swasta.
Benny mengatakan bahwa dirinya rela kehilangan statusnya sebagai anggota DPR-RI yang sudah dijabat sejak tahun 2009 itu agar bisa lebih fokus dalam perhelatan politik lima tahunan pemilu Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023.
Benny Harman mengatakan "Saya berhenti hanya ingin agar bisa mengabdikan diri saya sepenuhnya kepada rakyat NTT. Atas dasar ini, saya memutuskan untuk mundur dari DPR, meski ada aturan juga yang mengaturnya".
Politisi dari partai Demokrat itu juga menambahkan meski belum ada pengumuman resmi dari KPU perihal statusnya sebagai cagub NTT, tapi dirinya meyakini bahwa ia bakal lolos dan menjadi peserta cagub di NTT.
"Saya harus yakin, kalau tidak yakin buat apa maju. Saya maju dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat NTT dan itu akan saya buktikan pada mereka. Apa lagi rekan-rekan dari partai pengusung seperti Partai Demokrat, PKS, dan PKPI selalu memberikan dukungan penuh," katanya.
Disamping itu yang paling menguatkan dirinya untuk berpamitan lebih awal sebagai legislator Senayan adalah karena sudah mendapat restu, izin, kepercayaan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya sudah melalui tahapan demi tahapan seperti mendaftar ke KPU NTT dan test kesehatan dengan yang hasil baik. Jadi harus yakin bisa lolos," ujar putra asli kelahiran Manggarai di Pulau Flores bagian barat itu.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
