OJK imbau perbankan di NTT teliti berikan rekrukturisasi kredit

id Perbankan di NTT, kredit macet, OJK NTT

OJK imbau perbankan di NTT teliti berikan rekrukturisasi kredit

Otoritas Jasa Keuangan. ANTARA/Ho

...OJK akan terus memantau realisasi rencana bisnis bank yang di awasi hingga Desember 2021
Kupang (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT mengimbau perbankan di provinsi itu untuk lebih teliti dalam memberikan restrukturisasi kredit bagi debiturnya sehingga terhindar dari potensi resiko negatif di kemudian hari.

"Selain itu juga mulai membentuk pencadangan yang cukup agar bisa terhindar dari resiko negatif dikemudian hari," kata Wakil Ketua OJK NTT, Setia Ariyanto di Kupang, Senin, (22/11).

Berdasarkan data OJK share kredit perbankan tertinggi pada Bank BRI sebesar Rp45,16 persen, BPD NTT 31,20 persen dan BNI sebesar 9,28 persen.

OJK juga berupaya mendorong perbankan meningkatkan kredit maupun pembiayaan di sektor produktif yang masih menunjukkan pertumbuhan positif dan merupakan sektor prioritas, sekaligus meminta perbankan untuk tetap ekstra hati-hati untuk mengantisipasi kenaikan tren rasio kredit bermasalah.

Selain itu, OJK juga mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, diantaranya melakukan upaya realisasi belanja pemerintah sebagai salah satu struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) utama.

"Perbankan diimbau lebih teliti dalam memberikan restrukturisasi kredit bagi para debitur dan mulai membentuk pencadangan yang cukup, sehingga terhindar dari potensi resiko negatif di kemudian hari," ujar dia.

Pengawasan terhadap realisasi bisnis bank di NTT juga ujar dia terus diawasi oleh OJK hingga Desember 2021.

“OJK akan terus memantau realisasi rencana bisnis bank yang di awasi hingga Desember 2021,” ujar Setia.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan Non performing loan (NPL) yang merupakan faktor yang menunjukkan kesehatan suatu bank terjadi penurunan kredit bermasalah di NTT sampai September 2021 jika dilihat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Di bulan Juli rasio keuangan perbankan di NTT mencapai 1,77 persen, kemudian pada Agustus turun menjadi 1,65 persen sementera pada September turun menjadi 1,63 persen.

OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit secara year on year hingga akhir tahun masih dapat bertumbuh positif sebesar 4-4,5 persen agar sektor jasa keuangan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di NTT, sehingga terus mendorong agar target-target dari sisi penyaluran kredit hingga akhir tahun bisa tercapai lebih baik.

Baca juga: Presiden Jokowi soroti banyak warga terjerat bunga tinggi pinjaman online

Baca juga: Di NTT belum ada pengaduan korban pinjaman daring ilegal
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2022