Pelabuhan rakyat Namosain mubasir

id WALI KOTA

Pelabuhan rakyat Namosain mubasir

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Pemerintah pusat diharapkan melanjutkan pembangunan pelabuhan rakyat Namosain di Kota Kupang yang terbengkelai sejak 2011, karena sangat dibutuhkan oleh nelayan setempat.
Kupang (AntaraNews NTT) - Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mendesak pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan rakyat Namosain di Kota Kupang yang terbengkelai sejak 2011, karena sangat dibutuhkan oleh nelayan setempat.

"Kapal-kapal nelayan praktis tidak bisa sandar di pelabuhan rakyat tersebut, karena kesalahan desain sejak awal pelabuhan itu dikerjakan pada 2011," katanya kepada para wartawan di Kupang, Kamis (19/7).
    
Jefri mengemukakan hal itu terkait hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam mengatasi mubasirnya proyek pembangunan pelabuhan rakyat Namosain yang menelan dana dari APBN tahun 2011 sebesar Rp19 miliar.
    
Jefri mengatakan, Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan menyatakan akan melanjutkan pembangunan dermaga senilai Rp19 miliar itu sehingga dapat dimanfaatkan nelayan.

Baca juga: Arus peti kemas masuk pelabuhan Tenau meningkat    
Pelabuhan rakyat Namosain di Kota Kupang senilai Rp19 miliar menjadi mubasir karena tidak dilanjutkan pembangunan sejak 2011. (ANTARA Foto/dok)
Wali Kota Kupang mengaku kesulitan melakukan penataan terhadap kawasan pantai Namosain karena terkendala dengan pembangunan pelabuhan rakyat yang belum tuntas dikejakan itu.
    
"Apabila dermaga selesai dikerjakan maka pemerintah Kota Kupang melakukan penataan terhadap kawasan lingkungan pantai di Namosain untuk kepentingan publik," katanya.
    
Ia menambahkan kawasan sekitar pelabuhan rakyat Namosain nantinya dijadikan sebagai pusat kuliner untuk masyarakat Kota Kupang.
    
Menurut Jefri, Kementerian Perhubungan sudah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan rakyat di Namosain dan akan menyerahkan pengelolaan dermaga itu kepada pemerintah Kota Kupang. 

Baca juga: Pelindo Kupang terapkan sistem pembayaran Online
Pelabuhan rakyat Namosain di Kota Kupang senilai Rp19 miliar menjadi mubasir karena tidak dilanjutkan pembangunan sejak 2011. (ANTARA Foto/dok)