Telkom segera bangun kabel bawah laut Maumere-Ende

id Telkom

Telkom segera bangun kabel bawah laut Maumere-Ende

Kepala PT Telkom Wilayah NTT Asmono Adi Jatmiko. (ANTARA Foto/Benny Jahang)

PT Telkom segera membangun jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Maumere-Ende di Pulau Flores, sebagai upaya antisipasi ganguan jaringan telekomunikasi pada jalur darat Maumere-Ende yang rawan longsor.
Kupang (AntaraNews NTT) - PT Telkom segera membangun jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Maumere-Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur sebagai upaya antisipasi ganguan jaringan telekomunikasi pada jalur darat Maumere-Ende yang rawan longsor.

"Kami sudah mengusulkan pembangunan jaringan telepon bawah laut yang melintasi Maumere-Ende, sehingga ganguan telekomunikasi bisa diminimalisir," kata Kepala PT Telekomunikasi (Telkom) Wilayah Nusa Tenggara Timur Asmono Adi Jatmiko ketika dihubungi wartawan di Kupang, Selasa (30/10).

Menurut Asmono, jalur darat Maumere-Ende, masuk dalam zona merah rawan longsor di Pulau Flores, sehingga tidak bisa dipertahankan lagi untuk membangun sarana telekomunikasi.

"Jaringan kabel telepon yang dibangun melintasi jalur darat dari Maumere-Ende selalu putus akibat tanah longsor maupun ulah manusia yang tidak bertanggungjawab sehingga menyebabkan terjadinya gangguan jaringan telekomunikasi," ujarnya.

Atas dasar itu, kata Asmono, PT Telkom merencanakan untuk membangun jaringan kabel bawah laut untuk menghubungkan dua daerah di pulau Flores itu, sekaligus untuk meminimalisir gangguan.

Topografis wilayah Maumere-Ende secara geografis, sangat ekstrem karena wilayahnya bergunung-gunung, hutan serta rawan longsor maupun pohon tumbang sehingga dapat memutuskan jaringan telekomukasi.

Baca juga: Masyarakat diminta jaga fasilitas Telkom

"Kami sudah mengusulkan pembangunan kabel bawah laut Maumere-Ende untuk menghindari gangguan jaringan yang terjadi, seperti tanah longsor serta pohon tumbang dan lain-lain," ujarnya.

Ia mengatakan proses survei telah dilakukan tim teknis dari PT Telkom, tinggal menunggu persetujuan anggarannya. Apabila anggaran tersedia maka proses pembangunannya dapat dilakukan tahun 2019. 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar