1.800 siswa kelas 1 - 2 SD di Kota Kupang belum bisa membaca
Kamis, 24 November 2022 16:30 WIB
Pemerintah Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur mewajibkan semua kelurahan menyediakan lopo pintar, tempat kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa SD yang belum bisa membaca dan menulis. (ANTARA/Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 1.800 siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar (SD) di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, belum bisa membaca karena kesulitan mengikuti pembelajaran via daring semasa pandemi COVID-19 menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
"Masih ada 1.800 anak di Kota Kupang yang belum bisa membaca, sehingga para siswa itu menjadi prioritas untuk ikut dalam program pemulihan belajar melalui Program Lopo Pintar," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami di Kupang, Kamis, (24/11/2022).
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memfasilitasi penyelenggaraan kelas tambahan bagi siswa SD yang belum bisa membaca dan menulis melalui Program Lopo Pintar.
"Siswa yang mencapai 1.800 orang itu nantinya ikut dalam Program Lopo Pintar yang dilakukan di setiap kelurahan," katanya.
Menurut dia, Program Lopo Pintar mencakup pemberian pelajaran tambahan kepada siswa kelas 1 dan 2 yang belum bisa membaca dan menulis seusai sekolah. Dalam hal ini, para siswa akan mendapat pendampingan belajar dari mahasiswa perguruan tinggi mitra dengan pemerintah kota.
Baca juga: Pemkot Kupang gandeng lima perguruan tinggi dukung program lopo pintar
Dumuliahi mengungkapkan bahwa sebelumnya ada sekitar 3.000 siswa kelas 1 dan 2 SD di Kota Kupang yang belum bisa membaca dan menulis karena kesulitan mengikuti pembelajaran via daring semasa pandemi, tetapi jumlahnya berkurang 1.200 setelah para guru memberikan bimbingan membaca dan menulis kepada mereka.
Baca juga: Pemkot Kupang minta kelurahan siapkan tempat untuk Program Lopo Pintar
"Ini berkat kerja keras para guru yang terus membimbing para siswa dalam proses pembelajaran di kelas sehingga 1.200 orang anak kelas 1 dan 2 yang belum bisa membaca saat ini sudah memiliki kemampuan membaca dan menulis secara baik," katanya.
"Masih ada 1.800 anak di Kota Kupang yang belum bisa membaca, sehingga para siswa itu menjadi prioritas untuk ikut dalam program pemulihan belajar melalui Program Lopo Pintar," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami di Kupang, Kamis, (24/11/2022).
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memfasilitasi penyelenggaraan kelas tambahan bagi siswa SD yang belum bisa membaca dan menulis melalui Program Lopo Pintar.
"Siswa yang mencapai 1.800 orang itu nantinya ikut dalam Program Lopo Pintar yang dilakukan di setiap kelurahan," katanya.
Menurut dia, Program Lopo Pintar mencakup pemberian pelajaran tambahan kepada siswa kelas 1 dan 2 yang belum bisa membaca dan menulis seusai sekolah. Dalam hal ini, para siswa akan mendapat pendampingan belajar dari mahasiswa perguruan tinggi mitra dengan pemerintah kota.
Baca juga: Pemkot Kupang gandeng lima perguruan tinggi dukung program lopo pintar
Dumuliahi mengungkapkan bahwa sebelumnya ada sekitar 3.000 siswa kelas 1 dan 2 SD di Kota Kupang yang belum bisa membaca dan menulis karena kesulitan mengikuti pembelajaran via daring semasa pandemi, tetapi jumlahnya berkurang 1.200 setelah para guru memberikan bimbingan membaca dan menulis kepada mereka.
Baca juga: Pemkot Kupang minta kelurahan siapkan tempat untuk Program Lopo Pintar
"Ini berkat kerja keras para guru yang terus membimbing para siswa dalam proses pembelajaran di kelas sehingga 1.200 orang anak kelas 1 dan 2 yang belum bisa membaca saat ini sudah memiliki kemampuan membaca dan menulis secara baik," katanya.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPAI menemukan pencairan dana PIP kasus anak akhiri hidup di NTT terkendala teknis bank
11 February 2026 13:50 WIB
Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN
19 January 2026 13:13 WIB
BI: Layanan tukar uang rupiah dibuka, warga bisa daftar lewat halaman "Pintar"
03 March 2025 13:25 WIB
Simak spesifikasi dan harga Galaxy S25, Galaxy S25+ maupun Galaxy S25 Ultra
23 January 2025 15:16 WIB, 2025
IKN menjadi contoh terapkan kota pintar di Indonesia, menurut KemenPUPR
18 July 2024 16:00 WIB, 2024
BeaconLink pada OPPO Reno12 mungkinkan sesama pengguna melakukan panggilan tanpa pulsa dan data
18 July 2024 15:00 WIB, 2024
Lanudal Kupang siapkan mobil pintar untuk tingkatkan minat baca pelajar
09 February 2023 16:02 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kepala BGN: Insentif SPPG Rp6 juta per hari strategis mencegah pemborosan
27 February 2026 18:11 WIB
MUI: Pemerintah Indonesia harus terapkan perlakuan setara soal sertifikasi halal
23 February 2026 13:09 WIB