Kupang (ANTARA) - Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) mempersiapkan 12 orang pemuda dari desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjadi penggerak perubahan sosial di lingkungannya.

"Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk menyelenggarakan local champion incubator, program khusus mempersiapkan 12 anak muda dari desa-desa di NTT untuk menjadi penggerak perubahan sosial di lingkungannya . Para pemuda ini akan tampil dalam kegiatan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia IX yang berlangsung pada 26-27 Juli 2023 di Kota Kupang ," kata Perwakilan Yayasan Bakti Ita Ibnu di Kupang, Rabu, (15/3/2023).

Ita Ibnu mengatakan hal itu saat bertemu Penjabat Wali Kota Kupang George Melkianus Hadjoh guna membahas persiapan kegiatan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia IX yang berlangsung di Kota Kupang.

Ia menjelaskan Festival Forum Kawasan Timur IX berlangsung dua hari 26-27 Juli 2023 dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 1.000 orang merupakan perwakilan dari para tokoh pemerintah nasional dan daerah, mitra pembangunan internasional dan nasional.

Selain itu kata dia juga dihadiri organisasi non-pemerintah, akademisi, sektor swasta, pemuda, petani, nelayan, masyarakat adat, profesional, jurnalis, mahasiswa dan pemerhati kawasan timur Indonesia.

Dia menambahkan dalam kegiatan festival itu dilakukan panggung inspirasi sebagai acara utama yang menghadirkan para praktisi praktik cerdas dari berbagai bidang dan daerah.

Selain itu kata dia dilakukan kegiatan tambahan yang dapat menjadi ajang untuk menampilkan inovasi baru dari berbagai aktivitas pembangunan yang berhasil menjawab berbagai tantangan pembangunan.

"Pada hari kedua akan diadakan malam budaya yang akan menampilkan pementasan budaya dari NTT, khususnya Kota Kupang," kata Ita Ibnu.

Dia mengatakan dalam Festival Forum Kawasan Timur IX yang baru pertama kali dilaksanakan di NTT, para peserta dapat mempelajari dan menyerap praktik baru yang memungkinkan mereka bekerja lebih efektif dan sukses dalam membangun daerah.

Ia menjelaskan kolaborasi dan inovasi untuk pembangunan berkelanjutan menjadi fokus utama yang akan mewarnai seluruh proses tukar pengetahuan dalam Festival Forum KTI 2023.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Kupang George Melkianus Hadjoh mengaku sangat tertarik dengan panggung inspirasi yang menampilkan praktik cerdas terpilih yang menjadi acara utama festival tersebut.

Menurutnya perangkat daerah di lingkup Kota Kupang perlu memanfaatkan peluang tersebut untuk mempelajari karya cerdas yang dilakukan para peserta dari 12 provinsi sehingga dapat diadopsi atau di replikasi untuk dilakukan di Kota Kupang serta menjadi input untuk merumuskan kegiatan misalnya soal pengolahan sampah dan sistem perencana pembangunan.


Baca juga: Belasan organisasi deklarasi Jaring Nusa KTI untuk pulau-pulau kecil

Baca juga: Eastern Indonesia Forum Festival in 2020 stands cancelled over Corona

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024