Maumere (ANTARA) - Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, dr Asep Purnama, Sp.PD mengimbau masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai gigitan anjing rabies khususnya pada anak-anak yang memiliki postur tubuh lebih kecil dari hewan penular rabies (HPR) itu.

"Untuk bulan Mei 2023 tiga anak meninggal dunia karena rabies, yakni di Ende, Sikka, dan Manggarai Timur. Waspadai virus rabies sudah menyebar se-Flores," kata Asep di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat, (26/5/2023).

Dia mengatakan, Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) rabies. Namun, vaksinasi HPR khususnya anjing masih dilakukan secara bertahap karena keterbatasan vaksin.

Oleh karena itu, satu-satunya cara yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi risiko tergigit anjing rabies adalah menghindari kontak dengan anjing sebisa mungkin, khususnya bagi anak-anak.

Menurut Asep, menghindari gigitan anjing merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gigitan karena situasi sedang KLB dan tidak dapat dipastikan mana anjing yang sudah tertular virus rabies maupun anjing yang belum tertular.

"Mohon perhatian khusus untuk anak-anak kita yang rentan mendapat gigitan risiko tinggi akibat postur tubuhnya yang masih mini," katanya berpesan.

Pemerhati rabies di Pulau Flores ini menyoroti kasus kematian anak karena rabies pada bulan Mei 2023 ini.

Dia menyebut tiga anak yang meninggal karena rabies pada bulan Mei 2023, yakni seorang anak berumur 15 tahun asal Ende yang meninggal pada 7 Mei 2023, lalu anak berumur empat tahun asal Sikka yang meninggal pada 8 Mei 2023.

"Yang terbaru dari Manggarai Timur, anak umur delapan tahun asal Manggarai Timur yang meninggal 25 Mei 2023," ungkapnya.

Atas kejadian kematian karena gigitan anjing rabies pada anak-anak tersebut, Asep terus menerus mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan mengikat sementara dulu hewan peliharaan tersebut.

Apabila kasus gigitan anjing melonjak tajam, dia menilai stok VAR dan SAR di Kabupaten Sikka akan segera habis. Apalagi, dengan harga yang sangat mahal, maka sulit mengharapkan ketersediaan VAR dan SAR dalam jumlah yang cukup untuk jangka waktu yang panjang.

"Sekali lagi upayakan dengan sekuat tenaga agar kita menghindari anjing untuk mencegah terjadinya gigitannya. Mohon perhatian khusus untuk anak-anak kita yang belum mampu menghindari gigitan risiko tinggi akibat postur tubuhnya," katanya menegaskan.

Adapun data kasus gigitan HPR dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bulan Januari 2023 sampai April 2023 mencatat sebanyak 518 kasus gigitan hewan penular rabies, 10 spesimen positif rabies dari 17 spesimen otak anjing yang diperiksa, dan satu kejadian meninggal akibat rabies.


Baca juga: Pemda Ngada larang warga bawa anjing dari luar cegah rabies

Baca juga: Kasus rabies di Sikka dapat dicegah lewat vaksinasi HPR

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024