DKPP Mabar hijaukan kawasan wisata Golo Mori
Selasa, 31 Oktober 2023 5:52 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Fatinci Reynilda (kiri) saat menanam tanaman mangrove di kawasan wisata Pantai Golo Mori. (ANTARA/HO-DKPP Manggarai Barat)
Kupang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur menghijaukan kawasan wisata Golo Mori dengan menanam 1.000 anakan tanaman mangrove guna melestarikan kawasan wisata di ujung barat pulau Flores itu.
"Penanaman tanaman anakan mangrove ini dilakukan selain untuk menjaga pelestarian kawasan wisata Golo Mori juga dilakukan dalam rangka perayaan HUT Sumpah Pemuda ke-95," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Fatinci Reynilda dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, (30/10/2023).
Ia mengatakan sebanyak 1.000 pohon anakan mangrove di tanam Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat di Dusun Lenteng Desa Golo Mori Kecamatan Komodo.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi DKPP dengan Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( PNTI) DPD Manggarai Barat yang dihadiri 200 orang peserta dari berbagai komunitas masyarakat Desa Golo Mori seperti para pelajar SMP, SMA dan SMK serta nelayan dan ibu-ibu rumah tangga yang sangat peduli dalam menghijaukan kawasan wisata Golo Mori.
Menurut dia melali momentum Hari Sumpah Pemuda ke-95 dimanfaatkan dengan karya nyata menanam mangrove untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari sehingga para wisatawan yang datang berkunjung ke Labuan Bajo merasa betah dengan kondisi alam yang indah.
"Kami mengajak masyarakat Kabupaten Manggarai Barat harus bisa menjaga lingkungan agar lingkungan tersebut pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita semua, " kata Kepala DKPP Fatinci Reynilda.
Ia mengatakan adanya hutan mangrove juga dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berwisata.
Menurut dia manggrove sangat penting untuk keseimbangan ekosistem laut sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak binatang laut.
Selain itu, hutan mangrove dapat berfungsi sebagai stabilisator garis pantai serta berfungsi mencegah erosi, sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai.
Baca juga: Bupati Mabar minta warga kampanyekan wisata Labuan Bajo
Ia berharap dengan penanaman 1.000 anakan mangrove akan memberikan kesadaran dan pembelajaran kepada generasi muda dan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dengan merawat tanaman mangrove tersebut.
Baca juga: Simulasi penanggulangan wabah di Labuan Bajo
"Kami berharap aksi ini harus terus ditanamkan kepada generasi penerus atau generasi muda untuk turut serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang akan mendukung kehidupan masyarakat pada masa mendatang," kata Kepala DKPP Fatinci Reynilda.
"Penanaman tanaman anakan mangrove ini dilakukan selain untuk menjaga pelestarian kawasan wisata Golo Mori juga dilakukan dalam rangka perayaan HUT Sumpah Pemuda ke-95," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Fatinci Reynilda dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, (30/10/2023).
Ia mengatakan sebanyak 1.000 pohon anakan mangrove di tanam Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Manggarai Barat di Dusun Lenteng Desa Golo Mori Kecamatan Komodo.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi DKPP dengan Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( PNTI) DPD Manggarai Barat yang dihadiri 200 orang peserta dari berbagai komunitas masyarakat Desa Golo Mori seperti para pelajar SMP, SMA dan SMK serta nelayan dan ibu-ibu rumah tangga yang sangat peduli dalam menghijaukan kawasan wisata Golo Mori.
Menurut dia melali momentum Hari Sumpah Pemuda ke-95 dimanfaatkan dengan karya nyata menanam mangrove untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari sehingga para wisatawan yang datang berkunjung ke Labuan Bajo merasa betah dengan kondisi alam yang indah.
"Kami mengajak masyarakat Kabupaten Manggarai Barat harus bisa menjaga lingkungan agar lingkungan tersebut pada akhirnya akan kembali memberikan manfaatnya bagi kita semua, " kata Kepala DKPP Fatinci Reynilda.
Ia mengatakan adanya hutan mangrove juga dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang berwisata.
Menurut dia manggrove sangat penting untuk keseimbangan ekosistem laut sebagai habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan, atau berkembang biak binatang laut.
Selain itu, hutan mangrove dapat berfungsi sebagai stabilisator garis pantai serta berfungsi mencegah erosi, sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai.
Baca juga: Bupati Mabar minta warga kampanyekan wisata Labuan Bajo
Ia berharap dengan penanaman 1.000 anakan mangrove akan memberikan kesadaran dan pembelajaran kepada generasi muda dan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dengan merawat tanaman mangrove tersebut.
Baca juga: Simulasi penanggulangan wabah di Labuan Bajo
"Kami berharap aksi ini harus terus ditanamkan kepada generasi penerus atau generasi muda untuk turut serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang akan mendukung kehidupan masyarakat pada masa mendatang," kata Kepala DKPP Fatinci Reynilda.
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejagung: Kedatangan penyidik Jampidsus di Kemenhut cocokkan data kawasan hutan
08 January 2026 9:44 WIB
RUPSLB BTN mengangkat Sekjen Kementerian PKP Didyk Choiroel jadi komisaris
07 January 2026 17:49 WIB
BMKG: 75 persen wilayah Indonesia masuk musim hujan, warga diminta bijak kelola air
04 December 2025 10:03 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
DJP Nusa Tenggara: Realisasi penerimaan pajak di NTT mencapai Rp2,52 triliun pada 2025
27 January 2026 15:11 WIB