Kerja sama PLN - universitas mancanegara tingkatkan kompetensi SDM
Rabu, 15 November 2023 12:27 WIB
PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan universitas dari Australia dan Selandia Baru untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perusahaan pada bidang transisi energi. (ANTARA/HO-PT PLN)
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perusahaan di bidang transisi energi melalui kerja sama dengan universitas mancanegara tepatnya dari Australia dan Selandia Baru dalam program pengembangan kapasitas.
Lima nota kesepahaman (MoU) ditandatangani PLN dengan lima universitas asal Australia dan Selandia Baru yakni University of New South Wales (UNSW), University Of Melbourne, Monash University, Queensland University, dan University Of Auckland.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Rabu, menjelaskan, kerja sama PLN dengan universitas mancanegara tersebut merupakan langkah percepatan peningkatan kompetensi pegawai dalam agenda transisi energi.
”Dengan kerja sama ini diharapkan kompetensi pegawai PLN mau pun IT PLN meningkat secara signifikan sebagai penggerak kesuksesan perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia,” ujarnya.
Kerja sama itu, tambah Darmawan, juga dapat membuka akses kerja sama Institut Teknologi PLN (IT PLN) untuk bertransformasi menuju "The Best ASEAN Energy University".
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital Yusuf Didi Setiarto merinci pada 2023 PLN telah mengirimkan sebanyak 101 pegawai untuk menempuh pendidikan S2/S3 di Australia termasuk 4 pegawai di University Of Auckland yang spesifik mendalami keilmuan geothermal .
”Hal ini membuktikan bahwa PLN merupakan perusahaan yang sangat mengutamakan pengembangan human capital-nya sebagai penggerak kesuksesan perusahaan secara sustainable dan menuju Top 500 Global Company,” tutur Didi.
Selain menggandeng universitas, PLN juga berkolaborasi dengan Austrade (Australian Trade and Investment Commission), Pemerintah New South Wales (NSW), Kedutaan Besar Selandia Baru, dan New Zealand Trade and Enterprise (NZTE).
Hal tersebut dilakukan untuk mengakses industri-industri di bidang ketenagalistrikan dan energi baru dan terbarukan (EBT) di Australia dan Selandia Baru sebagai lokasi permagangan (internship) bagi pegawai PLN dalam meningkatkan kompetensi dan mendapatkan exposure pembelajaran di luar negeri.
”Dengan menggandeng lembaga-lembaga tersebut, kami berharap akses untuk internship bagi pegawai PLN di industri bidang ketenagalistrikan dan EBT di sana terbuka lebar. Sebab, PLN percaya program peningkatan kapasitas berkonsep seeing is believing dan langsung berinteraksi dengan industri terkemuka di luar Indonesia adalah guru terbaik bagi pembelajaran serta akan mudah diimplementasikan setelah kembali,” jelas Didi.
Baca juga: PLN siapkan mitigasi gangguan sistem kelistrikan di NTT
Baca juga: PLN meraih penghargaan implementasi SDGs dari Kementerian PPN/Bappenas
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN dan universitas mancanegara bermitra tingkatkan kompetensi SDM
Lima nota kesepahaman (MoU) ditandatangani PLN dengan lima universitas asal Australia dan Selandia Baru yakni University of New South Wales (UNSW), University Of Melbourne, Monash University, Queensland University, dan University Of Auckland.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Rabu, menjelaskan, kerja sama PLN dengan universitas mancanegara tersebut merupakan langkah percepatan peningkatan kompetensi pegawai dalam agenda transisi energi.
”Dengan kerja sama ini diharapkan kompetensi pegawai PLN mau pun IT PLN meningkat secara signifikan sebagai penggerak kesuksesan perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi di Indonesia,” ujarnya.
Kerja sama itu, tambah Darmawan, juga dapat membuka akses kerja sama Institut Teknologi PLN (IT PLN) untuk bertransformasi menuju "The Best ASEAN Energy University".
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital Yusuf Didi Setiarto merinci pada 2023 PLN telah mengirimkan sebanyak 101 pegawai untuk menempuh pendidikan S2/S3 di Australia termasuk 4 pegawai di University Of Auckland yang spesifik mendalami keilmuan geothermal .
”Hal ini membuktikan bahwa PLN merupakan perusahaan yang sangat mengutamakan pengembangan human capital-nya sebagai penggerak kesuksesan perusahaan secara sustainable dan menuju Top 500 Global Company,” tutur Didi.
Selain menggandeng universitas, PLN juga berkolaborasi dengan Austrade (Australian Trade and Investment Commission), Pemerintah New South Wales (NSW), Kedutaan Besar Selandia Baru, dan New Zealand Trade and Enterprise (NZTE).
Hal tersebut dilakukan untuk mengakses industri-industri di bidang ketenagalistrikan dan energi baru dan terbarukan (EBT) di Australia dan Selandia Baru sebagai lokasi permagangan (internship) bagi pegawai PLN dalam meningkatkan kompetensi dan mendapatkan exposure pembelajaran di luar negeri.
”Dengan menggandeng lembaga-lembaga tersebut, kami berharap akses untuk internship bagi pegawai PLN di industri bidang ketenagalistrikan dan EBT di sana terbuka lebar. Sebab, PLN percaya program peningkatan kapasitas berkonsep seeing is believing dan langsung berinteraksi dengan industri terkemuka di luar Indonesia adalah guru terbaik bagi pembelajaran serta akan mudah diimplementasikan setelah kembali,” jelas Didi.
Baca juga: PLN siapkan mitigasi gangguan sistem kelistrikan di NTT
Baca juga: PLN meraih penghargaan implementasi SDGs dari Kementerian PPN/Bappenas
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN dan universitas mancanegara bermitra tingkatkan kompetensi SDM
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendes Yandri menerima audiensi 15 CEO perusahaan asal Inggris bahas listrik desa
12 February 2026 13:20 WIB
Panglima TNI tambah 15 batalyon percepat pembangunan jembatan dan hunian di Sumatera
29 December 2025 12:03 WIB
Prabowo minta pemda di Papua tidak pakai dana otsus untuk dinas luar negeri
17 December 2025 8:43 WIB
Peluang baru bagi Indonesia dalam perspektif rencana pembangunan Tiongkok
25 November 2025 13:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB