Satgas Pamtas terima senjata rakitan dari warga perbatasan
Rabu, 5 Juni 2024 9:01 WIB
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonkav 6/Naga Karimata Letkol Kav Ronald Tampubolon menerima senjata rakitan milik warga perbatasan yang sudah diserahan. ANTARA/Ho-Penerangan Yonkav6/Naga Karimata
Kupang (ANTARA) - Satgas Pamtas RI-RDTL dari satuan Yonkav 6/Naga Karimata kembali menerima satu pucuk senjata rakitan jenis Flintlock dari seorang warga berinisial SS di desa Eban, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Timor Leste.
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonkav 6/Naga Karimata Letkol Kav Ronald Tampubolon dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kupang, Selasa, (4/6/2024) mengatakan bahwa warga tersebut menyerahkan senjatanya secara sukarela.
“Senjata itu diserahkan secara sukarela oleh yang bersangkutan,” katanya.
Dansatgas menjelaskan penyerahan senjata api tersebut merupakan wujud dari berhasilnya program teritorial yang dilaksanakan Satgas Yonkav 6/Naga Karimata.
Ia menambahkan bahwa penyerahan senjata oleh SS tersebut bermula dari kegiatan perbantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilaksanakan Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata.
Suksesnya pembangunan RTLH yang dilaksanakan oleh Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata membuat Pasiter Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Lettu Kav Arif Sudarmono mendapatkan informasi bahwa SS ingin memberikan sebuah buah tangan kepada Dansatgas sebagai ungkapan terima kasih.
Warga tersebut datang sendiri ke Mako Satgas dengan membawa sepucuk senjata rakitan jenis Flintlock yang merupakan peninggalan orang tuanya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL terima satu pucuk senjata jenis flintlock dari warga
Orang tua SS merupakan pejuang Timor-Timor pada tahun 1999. Saat tiba di Mako Satgas, senjata itu langsung diserahkan kepada Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata sebagai ungkapan dari keberhasilan yang dilaksanakan oleh Mako Satgas.
Baca juga: Warga perbatasan RI-RDTL kembali serahkan senjata ke TNI
Sampai dengan saat ini sudah kurang lebih enam atau tujuh senjata yang sudah diserahkan oleh warga di wilayah
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonkav 6/Naga Karimata Letkol Kav Ronald Tampubolon dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kupang, Selasa, (4/6/2024) mengatakan bahwa warga tersebut menyerahkan senjatanya secara sukarela.
“Senjata itu diserahkan secara sukarela oleh yang bersangkutan,” katanya.
Dansatgas menjelaskan penyerahan senjata api tersebut merupakan wujud dari berhasilnya program teritorial yang dilaksanakan Satgas Yonkav 6/Naga Karimata.
Ia menambahkan bahwa penyerahan senjata oleh SS tersebut bermula dari kegiatan perbantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilaksanakan Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata.
Suksesnya pembangunan RTLH yang dilaksanakan oleh Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata membuat Pasiter Satgas Yonkav 6/Naga Karimata Lettu Kav Arif Sudarmono mendapatkan informasi bahwa SS ingin memberikan sebuah buah tangan kepada Dansatgas sebagai ungkapan terima kasih.
Warga tersebut datang sendiri ke Mako Satgas dengan membawa sepucuk senjata rakitan jenis Flintlock yang merupakan peninggalan orang tuanya.
Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL terima satu pucuk senjata jenis flintlock dari warga
Orang tua SS merupakan pejuang Timor-Timor pada tahun 1999. Saat tiba di Mako Satgas, senjata itu langsung diserahkan kepada Dansatgas Yonkav 6/Naga Karimata sebagai ungkapan dari keberhasilan yang dilaksanakan oleh Mako Satgas.
Baca juga: Warga perbatasan RI-RDTL kembali serahkan senjata ke TNI
Sampai dengan saat ini sudah kurang lebih enam atau tujuh senjata yang sudah diserahkan oleh warga di wilayah
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kaops: Pilot dan kopilot Smart Air tewas ditembak KKB setelah pesawat mendarat di Korowai
11 February 2026 15:04 WIB
Satgas Terpadu menggagalkan penyelundupan bahan mineral di bandara PT IWIP
06 December 2025 19:12 WIB
Satgas Damai Cartenz menangkap anggota KKB terlibat penembakan anggota Polri
28 October 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB