Narasi Pasola Sumba masih dibahas
Warga menyaksikan atraksi peserta pasola dalam Festival Pasola Wanokaka di Kecamatan Wanokaka, Kabupaen Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2/2019). Festival Pasola Wanokaka yang digelar satu tahun sekali itu merupakan permainan ketangkasan saling melempar kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan sebagai bagian dari menjaga adat dan tradisi masyarakat Sumba, khususnya Merapu agama asali orang Sumba. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).
Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole kepada Antara saat dihubungi dari Kupang, Senin (4/3) mengatakan bahwa pihaknya memang sepakat dengan ide brilian dari gubernur NTT untuk menggelar napak tilas pasola tersebut.
"Gubernur NTT mempunyai ide yang brilian. Ini tentu adalah salah satu bentuk perhatian dari gubernur NTT untuk tetap menjaga budaya masyarakat Sumba," katanya.
Namun, kata dia, perumusan narasi soal napak tilas pasola itu tidak terjadi begitu saja, karena tentu akan ada pembahasan dengan pemerintah Kabupaten SBD dan tokoh adat setempat.
Ia mengatakan bahwa saat pertemuan dengan Bupati Sumba Barat Daya beberapa waktu lalu pascausulan gubernur NTT pihaknya langsung lakukan pertemuan untuk membahas soal narasi tentang awal mula munculnya Pasola tersebut.
"Tetapi sepertinya perlu waktu lama, walaupun ada kemiripan cerita soal Pasola tetapi ada juga cerita lain tentang awal mula munculnya pasola itu sendiri," ujarnya.
Baca juga: Akan digelar napak tilas Pasola di Sumba Barat
Ia juga mengaku sudah berbicara dengan kepala dinas Sumba Barat untuk pembuatan narasi yang diusulkan oleh gubernur Viktor Laiskodat itu.
Sementara itu Bupati Sumba Barat Daya Markus DT mengatakan dirinya menyambut positif usulan gubernur NTT itu.
"Otomatis jika itu berhasil dijalankan tentu selama satu pekan, Pulau Sumba ini akan ramai dikunjugi oleh wisatawan," katanya.
Soal narasi, kata dia, sedang dibicarakan dengan para tetua adat di daerah itu, sehingga bisa disatukan dengan Sumba Barat.
Sebelumnya Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menginginkan agar kisah tentang tradisi Pasola dan Nyale itu dikisahkan dalam bentuk narasi yang bagus.
"Saya ingin cerita soal Pasola dan Nyale ini dijadikan sebuah narasi. Kemudian kita satukan dalam bentuk Napak Tilas Pasola," kata Laiskodat.
Gubernur NTT yakin jika hal itu dapat dilaksanakan dengan baik, akan ada ribuan wisatawan yang datang ke Sumba untuk menonton kebolehan orang melempar lembing kepada lawannya saat sedang menunggang kuda.
Baca juga: Gubernur optimistis Pasola 2020 akan dihadiri 5.000 pengunjung
Baca juga: Gubernur tetapkan Pasola sebagai agenda pariwisata tahunan
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub NTT: Atraksi Pasola Gaura di Sumba Barat mampu mendongkrak ekonomi daerah
15 March 2026 17:07 WIB
Sumba Barat tuntaskan pembangunan fasilitas di lokasi baru atraksi pasola
03 August 2020 15:11 WIB, 2020
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 20-23 Maret 2026
20 March 2026 17:47 WIB
Pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah di NTT terkendala cuaca mendung berawan
19 March 2026 20:31 WIB
Undana siap jadi mitra strategis Polri guna mewujudkan Smart Policing di NTT
16 March 2026 16:19 WIB
BMKG: Waspadai gelombang setinggi 2,5 meter di perairan NTT pada 16-19 Maret 2026
16 March 2026 10:15 WIB
Wagub NTT: Atraksi Pasola Gaura di Sumba Barat mampu mendongkrak ekonomi daerah
15 March 2026 17:07 WIB