Akan digelar napak tilas Pasola di Sumba Barat
Selasa, 26 Februari 2019 18:31 WIB
Gubernur NTT Viktor B Laiskodat saat berkunjung ke Kampung Adat Weiwuang tempat lahirnya Sang Legenda Pasola Ubu Dulla dan Saudaranya Yegi Waikareri dan Ngongu Taumatufu di Wanokaka, Sumba Barat, Selasa (26/2). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)
Kupang (ANTARA) - Waikabubak (ANTARA News NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat di Pulau Sumba akan menggelar napak tilas tentang Pasola yang diagendakan mulai 2020.
"Kita akan membuat napak tilas mulai dari kampung adat Waiwuang, Sumba Barat, kemudian menuju ke Kodi di Sumba Barat Daya, dan seterusnya ke Lamboya di Sumba Barat dan akan berakhir di Wanokaka," kata Gubernur NTT Viktor Laiskodat kepada wartawan di Wanokaka, Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2).
Menurut dia, napak tilas Pasola ini penting agar para wisatawan yang datang ke Pulau Sumba bisa mengetahui dengan jelas mengapa ada Pasola dan hanya ada di Pulau Sumba
Pelaksaaan napak tilas Pasola akan dilakukan selama satu pekan penuh. Pada saat itu, seluruh aktivitas perkantoran dan aktivitas di sekolah diliburkan.
"Lokasi dari satu tempat ke tempat yang lain itu sangat jauh. Oleh karena itu akan dilakukan selama satu pekan penuh dan berakhir di Wanokaka ditutup dengan Pasola," ujar Gubernur Laiskodat..
Ia menambahkan selama pelaksanaan napak tilas Pasola, seluruh warga di Sumba, bahkan seluruh wisatawan yang datang ke Sumba guna mengikuti acara itu harus menggunakan pakain adat Sumba.
Baca juga: Ratusan kuda ramaikan Festival Pasola di Sumba Barat
Seluruh perhotelan dan pelayanan di pertokoan juga harus menggunakan pakaian adat Sumba. "Wartawan yang meliput acara itu juga harus menggunakan pakaian adat Sumba, baik pria maupun perempuan," tambah dia.
Napak Tilas itu sendiri, kata dia, sebagai bagian dari menjaga budaya serta warisan lelulur dari masyarakat Sumba.
Selain itu juga, kata Gubernur Lasikodat, kuburan Ubu Dulla leluhur masyarakat Wanokaka yang sudah rusak di kampung adat Weiwuang dan kuburan mantan istrinya di Kodi akan segera dipugar kembali.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole mengatakan bahwa pihaknya mulai sekarang akan menyusun narasinya dengan baik, agar nanti pada saat acara napak tilas akan dibagikan ke warga khususnya wisatawan yang datang.
Baca juga: Dispar NTT dorong unsur sakral dalam ritus Pasola
"Kita akan membuat napak tilas mulai dari kampung adat Waiwuang, Sumba Barat, kemudian menuju ke Kodi di Sumba Barat Daya, dan seterusnya ke Lamboya di Sumba Barat dan akan berakhir di Wanokaka," kata Gubernur NTT Viktor Laiskodat kepada wartawan di Wanokaka, Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2).
Menurut dia, napak tilas Pasola ini penting agar para wisatawan yang datang ke Pulau Sumba bisa mengetahui dengan jelas mengapa ada Pasola dan hanya ada di Pulau Sumba
Pelaksaaan napak tilas Pasola akan dilakukan selama satu pekan penuh. Pada saat itu, seluruh aktivitas perkantoran dan aktivitas di sekolah diliburkan.
"Lokasi dari satu tempat ke tempat yang lain itu sangat jauh. Oleh karena itu akan dilakukan selama satu pekan penuh dan berakhir di Wanokaka ditutup dengan Pasola," ujar Gubernur Laiskodat..
Ia menambahkan selama pelaksanaan napak tilas Pasola, seluruh warga di Sumba, bahkan seluruh wisatawan yang datang ke Sumba guna mengikuti acara itu harus menggunakan pakain adat Sumba.
Baca juga: Ratusan kuda ramaikan Festival Pasola di Sumba Barat
Seluruh perhotelan dan pelayanan di pertokoan juga harus menggunakan pakaian adat Sumba. "Wartawan yang meliput acara itu juga harus menggunakan pakaian adat Sumba, baik pria maupun perempuan," tambah dia.
Napak Tilas itu sendiri, kata dia, sebagai bagian dari menjaga budaya serta warisan lelulur dari masyarakat Sumba.
Selain itu juga, kata Gubernur Lasikodat, kuburan Ubu Dulla leluhur masyarakat Wanokaka yang sudah rusak di kampung adat Weiwuang dan kuburan mantan istrinya di Kodi akan segera dipugar kembali.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole mengatakan bahwa pihaknya mulai sekarang akan menyusun narasinya dengan baik, agar nanti pada saat acara napak tilas akan dibagikan ke warga khususnya wisatawan yang datang.
Baca juga: Dispar NTT dorong unsur sakral dalam ritus Pasola
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
KPK umumkan penjadwalan ulang Gubernur Jatim Khofifah sebagai saksi dalam persidangan
10 February 2026 13:43 WIB
KPK menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan korupsi Gubernur Jambi Al Haris
09 February 2026 15:10 WIB