Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kapasitas serta kolaborasi 40 pemuda dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), guna meningkatkan peran aktif generasi muda dalam pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan generasi muda sekaligus membentuk kader atau relawan pemuda di Kabupaten TTS dan TTU untuk menjaga lingkungan tetap aman dan bersih dari narkoba (Bersinar),” kata Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT Lia Novika Ulya dalam keterangannya di Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT melalui pelatihan softskill ketahanan diri remaja anti narkoba dalam kegiatan Youth Campaign dengan Tema “Pemuda Peduli Sosial NTT yang lebih baik” di Kota Soe, TTS.

Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta berusia 16-30 tahun yang merupakan pemuda atau remaja aktif dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Pada kesempatan itu, Lia membekali peserta dengan informasi ruang lingkup bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba serta fenomena penyalahgunaan narkoba yang marak terjadi di kalangan generasi muda.

“Peningkatan wawasan P4GN, khususnya terkait dampak penyalahgunaan narkoba bertujuan menumbuhkan kesadaran peserta terhadap ancaman nyata penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar yang semakin marak menyasar generasi muda,” jelasnya.

Selanjutnya, pada sesi kedua peserta mendapat pelatihan pengembangan keterampilan (softskill) anti narkoba agar mampu bersikap tegas (asertfi) dalam menghadapi bujukan penyalahgunaan narkoba.

Peserta juga dilatih meregulasi diri untuk mengelola respons emosi saat menghadapi ancaman narkoba, sehingga memiliki ketahanan diri yang baik serta mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif untuk mencapai cita-cita.

Selain itu, peserta dilatih untuk membuat media informasi dan edukasi (IE) dalam bentuk audio-visual yang dapat digunakan untuk pelaksanaan rencana kampanye anti narkoba di lingkungan masing-masing serta upaya diseminasi informasi pencegahan dan pemberantasan gelap narkotika (P4GN) melalui media sosial

“Melalui kegiatan ini, para peserta yang merupakan pemuda penggerak di kabupatennya diharapkan memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya, sehingga dapat berdampak positif bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap aman dan Bersinar,” kata Lia.