Basarnas Kupang selamatkan 15 awak KM Tanjung Jaya
Minggu, 12 Mei 2019 20:52 WIB
Tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Nusa Tenggara Timur sedang melakukan evakuasi terhadap penumpang KM Tanjung Jaya yang mengalami kerusakan di tanjung Kurung, Pulau Semau, Minggu (12/5). (ANTARA FOTO/ Benny Jahang)
Kupang (ANTARA) - Tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang, berhasil menyelamatman 15 awak KM Tanjung Jaya yang rusak akibat diterpa angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Tanjung Kurung, kawasan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (12/5).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Frizer, yang dihubungi Antara, Minggu mengatakan, peristiwa kecelakaan yang menimpa KM Tanjung Jaya terjadi ketika sedang dalam pelayaran menuju Tanjung Kurung, Perairan Pulau Semau, Sabtu (11.5).
Kapal yang ditumpangi 15 orang awak itu bertolak dari Pelabuhan Tenau Kupang, Sabtu (11/5) petang dengan tujuan perairan Semau.
Dalam perjalanan kapal diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal motor Tanjung Jaya mengalami patah as hingga tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Semau.
Menurut dia, tim penyelamat diterjukan setelah mendapat informasi dari Mahyudin Azhari, salah seorang warga Kota Kupang yang melaporkan tentang adanya peristiwa kecelakaan yang menimpa KM Tanjung Jaya.
Basarnas Kupang langsung mengerahkan kapal operasi KN SAR 233 Antareja Kupang dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Supriyanto Ridwan pukul 13.35 WITA.
"Setelah melalui proses pencarian, KM Tanjung Jaya ditemukan dalam kondisi terombang ambing di perairan itu di tengah gelombang tinggi dan angin kencang," kata Emi.
Ia mengatakan, setelah ditemukan tim pencari dan penyelamat langsung melakukan penyelamatan terhadap 15 awak KM Tanjung Jaya ke KN SAR 233 Antareja untuk dievakuasi ke Pelabuhan Dermaga Navigasi Kupang.
Baca juga: Tiga nelayan asal Manggarai hilang di Laut Sawu
Baca juga: Basarnas hentikan pencarian terhadap nelayan Manggarai
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Frizer, yang dihubungi Antara, Minggu mengatakan, peristiwa kecelakaan yang menimpa KM Tanjung Jaya terjadi ketika sedang dalam pelayaran menuju Tanjung Kurung, Perairan Pulau Semau, Sabtu (11.5).
Kapal yang ditumpangi 15 orang awak itu bertolak dari Pelabuhan Tenau Kupang, Sabtu (11/5) petang dengan tujuan perairan Semau.
Dalam perjalanan kapal diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal motor Tanjung Jaya mengalami patah as hingga tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Semau.
Menurut dia, tim penyelamat diterjukan setelah mendapat informasi dari Mahyudin Azhari, salah seorang warga Kota Kupang yang melaporkan tentang adanya peristiwa kecelakaan yang menimpa KM Tanjung Jaya.
Basarnas Kupang langsung mengerahkan kapal operasi KN SAR 233 Antareja Kupang dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Supriyanto Ridwan pukul 13.35 WITA.
"Setelah melalui proses pencarian, KM Tanjung Jaya ditemukan dalam kondisi terombang ambing di perairan itu di tengah gelombang tinggi dan angin kencang," kata Emi.
Ia mengatakan, setelah ditemukan tim pencari dan penyelamat langsung melakukan penyelamatan terhadap 15 awak KM Tanjung Jaya ke KN SAR 233 Antareja untuk dievakuasi ke Pelabuhan Dermaga Navigasi Kupang.
Baca juga: Tiga nelayan asal Manggarai hilang di Laut Sawu
Baca juga: Basarnas hentikan pencarian terhadap nelayan Manggarai
Pewarta : Benediktus Jahang
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB
BRI membantah disebut tolak pencairan dana PIP bocah yang meninggal di Ngada
12 February 2026 15:16 WIB
Terpopuler - Politik & Hukum
Lihat Juga
Gubernur NTT menegaskan proses hukum pihak memanipulasi data warga miskin
13 February 2026 18:36 WIB
BNPT: 230 orang ditangkap dalam 2 tahun terakhir karena danai kelompok teroris
13 February 2026 13:09 WIB