Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Pater Gregorius Neonbasu SVD menilai bahwa citra TNI yang profesional harus bernafas pada membangun pertahanan.

"Artinya bahwa TNI harus secara profesional memberi payung rasa aman bagi dan kepada setiap warga Negara Indonesia," katanya kepada ANTARA di Kupang, Rabu (2/10), berkaitan dengan komitmen TNI untuk melakukan reformasi agar menjadi tentara yang profesional.

Menurut dia, tema umum HUT TNI yang mengangkat soal profesionalisme TNI sangat relevan karena memang fungsi TNI harus bersandar pada profesionalisme.

Rohaniwan Katolik ini juga mengatakan bahwa citra TNI yang bernafas pada membangun ketahanan pertahanan itu harus juga disandingkan dengan memaknai keamanan nasional yang berlandas pada UU keamanan nasional

Baca juga: Pasukan TNI dikirim ke perbatasan RI-Timor Leste
Baca juga: 750 prajurit TNI dikirim ke perbatasan RI-RDTL

Selama ini, katanya, peran dan fungsi TNI sudah cukup bagus, dalam arti bahwa peran dan fungsi TNI sungguh-sungguh menjaga ide dan praktek berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila.

"Tanpa Pancasila hilang kebangsaan dan kenegaraan kita sebagai Indonesia. Sebab ke-Indonesian kita terletak pada dasar Pancasila," ujar dia.

Terkait peran TNI di wilayah NTT, kata dosen antropologi itu juga selama ini sudah berjalan dengan baik dan benar, baik ikut kerja sama dengan pemerintah provinsi sampai ke desa-desa.

"Kiranya segala yang sudah baik, dipertahankan, dan ke depan perlu ditingkatkan, terlebih kemampuan TNI untuk secara antropologis mengetahui butir-butir budaya bangsa dan Negara, termasuk berbagai butir kebudayaan yang ada di daerah-daerah," kata Mandira.

Menurut dia, pendekatan TNI yang Pancasilais harus berlandas juga pada tradisi, budaya dan kebiasaan masyarakat di setiap daerah agar tidak terjadi benturan.

Baca juga: Siapapun yang berani menggagalkan pelantikan presiden, akan berhadapan dengan TNI
Baca juga: Gerindra: Alutsista TNI harus ditingkatkan

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2024