Dua ekor penyu hijau berhasil diselamatkan nelayan Flores Timur
Sabtu, 25 Januari 2020 14:58 WIB
Petugas dan warga Flores Timur siap melepasliarkan penyu hijau (Chelonia Midas) kembali ke laut setelah bertelur di pantai. (ANTARA FOTO/HO-Istimewa)
Kupang (ANTARA) - Nelayan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/1) menyelamatkan dua ekor penyu hijau (Chelonia Midas) yang tidak bisa kembali ke laut setelah bertelur di pantai.
"Penyu tersebut ditemukan Marselus Longo Mare, Ketua kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Riangbaring, Desa Riangbaring, Kecamatan Ike Bura, Kabupaten Flores Timur," kata Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, untuk wilayah Flores Timur, Lembata dan Sikka, Antonius Andy Amuntoda, ketika menghubungi Antara dari Larantuka, Flores Timur, Sabtu.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari Pokmaswas, pihaknya berkoordinasi dengan petugas dari LSM Misool Foundation dan bersama ke lokasi untuk melepas kembali penyu itu ke laut.
Dia menjelaskan, sebelum melepas kembali ke laut, kedua penyu tersebut dilakukan pengukuran terlebih dahulu oleh petugas.
Ukuran kedua penyu tersebut pertama adalah panjang karapas 84 cm, lebar karapas 54 cm, tungkai depan 34 cm dan
tungkai belakang 24 cm. Petugas sedang memandu penyu hijau ke arah laut setelah bertelur di pantai. (ANTARA FOTO/HO-Istimewa)
Kedua panjang Karapas 72 cm, lebar karapas 54 cm, tungkai depan 36 cm dan tungkai belakang 25 cm, katanya menjelaskan.
Pihaknya telah meminta masyarakat di sekitar pantai untuk menjaga telur-telur penyu tersebut hingga menetas.
"Kami juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya habitat penyu dalam menjaga ekosistem laut, dan meminta kepada masyarakat agar telur telur penyu tersebut dijaga sampai menetas dan dilepasliarkan kembali kelaut," katanya.
Hadir pada acara pelepasliarkan kembali penyu itu selain petugas dari unsur Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTT wilayah Lembata Flotim dan Sikka, juga Satwas PSDKP Flores Timur, LSM Misool Foundation, Pokmaswas Riangbaring dan masyarakat Desa Riangbaring, Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur.
"Penyu tersebut ditemukan Marselus Longo Mare, Ketua kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Riangbaring, Desa Riangbaring, Kecamatan Ike Bura, Kabupaten Flores Timur," kata Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, untuk wilayah Flores Timur, Lembata dan Sikka, Antonius Andy Amuntoda, ketika menghubungi Antara dari Larantuka, Flores Timur, Sabtu.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari Pokmaswas, pihaknya berkoordinasi dengan petugas dari LSM Misool Foundation dan bersama ke lokasi untuk melepas kembali penyu itu ke laut.
Dia menjelaskan, sebelum melepas kembali ke laut, kedua penyu tersebut dilakukan pengukuran terlebih dahulu oleh petugas.
Ukuran kedua penyu tersebut pertama adalah panjang karapas 84 cm, lebar karapas 54 cm, tungkai depan 34 cm dan
tungkai belakang 24 cm. Petugas sedang memandu penyu hijau ke arah laut setelah bertelur di pantai. (ANTARA FOTO/HO-Istimewa)
Kedua panjang Karapas 72 cm, lebar karapas 54 cm, tungkai depan 36 cm dan tungkai belakang 25 cm, katanya menjelaskan.
Pihaknya telah meminta masyarakat di sekitar pantai untuk menjaga telur-telur penyu tersebut hingga menetas.
"Kami juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya habitat penyu dalam menjaga ekosistem laut, dan meminta kepada masyarakat agar telur telur penyu tersebut dijaga sampai menetas dan dilepasliarkan kembali kelaut," katanya.
Hadir pada acara pelepasliarkan kembali penyu itu selain petugas dari unsur Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi NTT wilayah Lembata Flotim dan Sikka, juga Satwas PSDKP Flores Timur, LSM Misool Foundation, Pokmaswas Riangbaring dan masyarakat Desa Riangbaring, Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov NTT: Sektor hijau berpotensi jadi ruang kerja baru bagi anak muda NTT
18 November 2025 18:47 WIB
PLN perkuat kelistrikan hijau melalui kolaborasi "energy modelling"
23 December 2024 20:00 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB