Disiplin kunci utama tekan kasus positif COVID-19
Selasa, 12 Mei 2020 16:46 WIB
Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewan. (ANTARA/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa mengingatkan bahwa, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan adalah kunci utama untuk menekan angka kasus positif COVID-19 di NTT yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir ini.
"Berdasarkan informasi dan penjelasan Satgas COVID-19 NTT, hingga pukul 15.00 WITA hari ini, Selasa, (12/5), jumlah kasus terinfeksi COVID-19 berjumlah 18 kasus yang meyakinkan kami untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi," kata Yunus Takandewa, di Kupang, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu, ketika menghubungi ANTARA untuk menyampaikan respon Komisi V DPRD NTT terkait terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini.
Baca juga: Pemerintah Pusat setuju refocusing APBD NTT sebesar Rp810 miliar
Baca juga: BPJamsostek berikan jaminan kecelakaan untuk anggota DPRD Ende
"Dan kedisiplinan menjadi kunci utama karena peningkatan kasus ini, sebagian merupakan hasil transmisi lokal akibat warga mengabaikan protokol pencegahan," katanya.
Dia mengatakan, Komisi V DPRD NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah agar dilakukan tindakan lanjutan secara konprehensif berbasis teritorial.
Melakukan tresing orang kontak fisik dengan pasien terpapar untuk dilakukan penanganan protokol kesehatan secara cepat dan tepat, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT ini.
Mengenai kemungkinan penerapan PSBB, dia mengatakan tentu menjadi otoritas pemerintah berdasarkan kebutuhan dan kepentingan wilayah.
Menurut dia, kata kuncinya adalah mulai saat ini NTT mesti berdisiplin tinggi. Kesadaran kolektif publik menjadi spirit yang mesti ditumbuhkan bersama.
"PSBB tentunya menjadi otoritas pemerintah berdasarkan kebutuhan, dan kepentingan wilayah, tapi kuncinya mulai saat ini NTT mesti berdisiplin tinggi. Kesadaran kolektif publik menjadi spirit yang mesti kita tumbuhkan," katanya.
"Berdasarkan informasi dan penjelasan Satgas COVID-19 NTT, hingga pukul 15.00 WITA hari ini, Selasa, (12/5), jumlah kasus terinfeksi COVID-19 berjumlah 18 kasus yang meyakinkan kami untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi," kata Yunus Takandewa, di Kupang, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu, ketika menghubungi ANTARA untuk menyampaikan respon Komisi V DPRD NTT terkait terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini.
Baca juga: Pemerintah Pusat setuju refocusing APBD NTT sebesar Rp810 miliar
Baca juga: BPJamsostek berikan jaminan kecelakaan untuk anggota DPRD Ende
"Dan kedisiplinan menjadi kunci utama karena peningkatan kasus ini, sebagian merupakan hasil transmisi lokal akibat warga mengabaikan protokol pencegahan," katanya.
Dia mengatakan, Komisi V DPRD NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah agar dilakukan tindakan lanjutan secara konprehensif berbasis teritorial.
Melakukan tresing orang kontak fisik dengan pasien terpapar untuk dilakukan penanganan protokol kesehatan secara cepat dan tepat, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT ini.
Mengenai kemungkinan penerapan PSBB, dia mengatakan tentu menjadi otoritas pemerintah berdasarkan kebutuhan dan kepentingan wilayah.
Menurut dia, kata kuncinya adalah mulai saat ini NTT mesti berdisiplin tinggi. Kesadaran kolektif publik menjadi spirit yang mesti ditumbuhkan bersama.
"PSBB tentunya menjadi otoritas pemerintah berdasarkan kebutuhan, dan kepentingan wilayah, tapi kuncinya mulai saat ini NTT mesti berdisiplin tinggi. Kesadaran kolektif publik menjadi spirit yang mesti kita tumbuhkan," katanya.
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor : Kornelis Aloysius Ileama Kaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Legislator minta Pemprov NTT segera realisasikan dana Seroja Rp10,8 miliar
06 October 2021 14:15 WIB, 2021
Legislator NTT soroti pelayanan perbankan abaikan protokol kesehatan
03 November 2020 15:38 WIB, 2020
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemdiktisaintek resmikan 33 prodi spesialis demi mempercepat pemenuhan dokter,
13 February 2026 18:43 WIB
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ambil spesialis di Undana
13 February 2026 17:00 WIB
Komisi X DPR meminta Kemendigdasmen revitalisasi sekolah daerah 3T jadi prioritas
13 February 2026 13:23 WIB
Undana hadirkan peta digital interaktif rumput laut berbasis AI bagi petani
12 February 2026 16:27 WIB