Kupang (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Kantor Cabang Kupang menyebutkan terhitung mulai April hingga akhir Mei 2020 jumlah rekening taplus pra kerja yang sudah dicetak bagi peserta pra kerja mencapai 2.000 rekening.

"Terhitung mulai April-Mei 2020 jumlah rekening taplus pra kerja yang sudah dicetak sudah mencapai 2.000 rekening dan saat ini sudah sampai pada gelombang kelima dari total 30 gelombang yang disiapkan oleh pemerintah sampai pada November 2020 mendatang," kata Pemimpin Bidang Pembinaan Pelayanan Nasabah BNI Kantor Cabang Kupang, Ellent Lukas kepada ANTARA di Kupang, Rabu, (3/6).

Baca juga: BNI harapkan peserta pembukaan rekening kartu prakerja melalui e-form

Ia menjelaskan bahwa 2.000 rekening taplus pra kerja yang dicetak itu tersebar di 15 outlet BNI Kantor Cabang Kupang yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kota Soe (Kabupaten Timor Tengah Selatan), Kota Atambua (Kabupaten Belu), dan Betun (Kabupaten Malaka).

Selain itu juga tersebar di beberapa kota di pulau Sumba, tersebar di Waetabula (Kabupaten Sumba Barat Daya), Kota Waingapu (Sumba Timur), Waikabubak (Sumba Barat) serta Kalabahi (Kabupaten Alor).

Ia mengatakan sejak awal BNI ditunjuk sebagai Bank untuk mengurus soal kartu pra kerja, hampir setiap hari halaman kantor tersebut dipenuhi oleh peserta yang ingin membuka rekening kartu pra kerja.

"Akhirnya manajemen membuat informasi agar setiap orang yang ingin membuka rekening untuk pra kerja bisa melalui e-form secara daring, dan sampai saat ini semakin berkurang. Hal ini juga terjadi di sejumlah outlet BNI di beberapa wilayah di BNI Cabang Kupang," tutur dia.

Baca juga: BNI Kupang tetap layani penukaran uang baru

Pembukaan rekening melalui e-form ujar dia untuk mencegah kerumunan nasabah yang kemudian akan melanggar protokol kesehatan penanganan COVID-19.

"BNI akan selalu siap mendukung upaya pemerintah untuk membantu masyarakat kecil di tengah pandemi ini," tambah Ellent.

Lebih lanjut kata Ellent, sampai sejauh ini memang tak ada kendala dalam hal pembuatan rekening taplus pra kerja tersebut. Namun memang pada awalnya banyak yang tak begitu mengerti soal pendaftaran untuk pembukaan rekening secara daring.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan dana sebesar Rp3.550.000 bagi peserta yang lolos sebagai penerima kartu pra kerja 2020. Riciannya, sebesar Rp1.000.000 digunakan untuk membayar pelatihan daring dan sisanya untuk insentif.

Untuk insentif Kartu Prakerja terdiri dari dua bagian, yakni insentif pasca-penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024