Kupang (ANTARA) - Pemerintah Nusa Tenggara Timur mengingatkan para operator angkutan laut dan angkutan penyeberangan untuk mewaspadai terjadinya gelombang tinggi sebagai dampak angin kencang yang melanda provinsi berbasis kepulauan ini.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka ketika dihubungi di Kupang Kamis, (27/8).

Baca juga: Gelombang hingga 4 meter terjadi di perairan NTT

Isyak Nuka mengatakan hal itu terkait terjadinya cuaca buruk berupa angin kencang yang melanda NTT selama sepekan ini.

Dia mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan diri pada Selasa (25/8/2020) tentang akan terjadinya gelombang tinggi di perairan NTT.

Menurut dia, semua operator angkutan laut dan angkutan penyeberangan agar memperhatikan secara serius terhadap pengumuman BMKG guna terwujudnya keselamatan pelayaran di wilayah NTT.

Ia mengatakan, operator angkutan laut dan angkutan penyeberangan agar dapat mematuhi larangan berlayar sesuai dengan peringatan dini tentang adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT pada 25 hingga 28 Agustus 2020.

"Kami berharap operator dapat melakukan kegiatan operasional kembali setelah ada pemberitahuan lanjutan dari BMKG," kata Isyak Nuka.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis, kembali mengeluarkan peringatan dini kepada operator pelayaran dan nelayan, untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 2.5-4.0 meter di wilayah perairan laut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gelombang tinggi ini dipicu pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara - barat daya dengan kecepatan 4 - 20 knot.

Baca juga: Ini penyebab angin kencang di NTT

Tinggi gelombang 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian timur, Selat Ombay, Selat Alor - Pantar, perairan utara Kupang hingga Rote Ndao dan Selat Wetar.

Sementara tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, Laut Sawu, perairan selatan Kupang - Rote dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote Ndao. 
 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2024