Puncak Waringin Labuan Bajo akan dikelola Perumda Bidadari
Minggu, 21 Februari 2021 7:26 WIB
Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. (ANTARA/HO-Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR)
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Agustinus Rinus, mengatakan kawasan wisata Puncak Waringin di kota Labuan Bajo yang hampir tuntas dibangun selanjutnya akan dikelola pemerintah daerah melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bidadari.
"Pemerintah daerah sudah sepakat bahwa pengelolaan Puncak Waringin diserahkan kepada Perumda Bidadari," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu, (20/2).
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pengelolaan Puncak Waringin sebagai salah satu kawasan wisata yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam program penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.
Proyek pembangunan kawasan Puncak Waringin yang dikerjakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR sudah mencapai 98 persen.
Proyek yang dibangun sejak 2020 dikerjakan dengan dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBDN) senilai Rp20,01 miliar.
Agustinus mengatakan proyek Puncak Waringin sudah dibangun dengan baik dan selanjutnya akan dikelola melalui Permuda Bidadari.
"Kebetulan pemerintah daerah sudah memiliki peraturan daerah berkaitan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dan direkturnya telah dilantik," katanya.
Ia menambahkan dalam konsep pemanfaatan creative hub kawasan Puncak Waringin akan dilakukan dengan kolaborasi berbagai stakeholder.
Baca juga: Kusumastuti: Lingkungan sangat diperhatikan dalam penataan Labuan Bajo
Baca juga: BOPLBF gali potensi wisata istana ular di Manggarai Barat
Diharapkan Puncak Waringin menjadi tempat pertukaran ide-ide kreatif untuk kemajuan pembangunan di daerah, kata Agustinus.
"Pemerintah daerah sudah sepakat bahwa pengelolaan Puncak Waringin diserahkan kepada Perumda Bidadari," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu, (20/2).
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan pengelolaan Puncak Waringin sebagai salah satu kawasan wisata yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam program penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.
Proyek pembangunan kawasan Puncak Waringin yang dikerjakan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR sudah mencapai 98 persen.
Proyek yang dibangun sejak 2020 dikerjakan dengan dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBDN) senilai Rp20,01 miliar.
Agustinus mengatakan proyek Puncak Waringin sudah dibangun dengan baik dan selanjutnya akan dikelola melalui Permuda Bidadari.
"Kebetulan pemerintah daerah sudah memiliki peraturan daerah berkaitan dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dan direkturnya telah dilantik," katanya.
Ia menambahkan dalam konsep pemanfaatan creative hub kawasan Puncak Waringin akan dilakukan dengan kolaborasi berbagai stakeholder.
Baca juga: Kusumastuti: Lingkungan sangat diperhatikan dalam penataan Labuan Bajo
Baca juga: BOPLBF gali potensi wisata istana ular di Manggarai Barat
Diharapkan Puncak Waringin menjadi tempat pertukaran ide-ide kreatif untuk kemajuan pembangunan di daerah, kata Agustinus.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal
31 December 2025 16:32 WIB
Tim SAR gabungan makin memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
31 December 2025 6:38 WIB
Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo
30 December 2025 11:57 WIB